Padukan Tradisi dan Teknologi untuk Lestarikan Budaya
- 25 Jun 2026 16:40 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Generasi muda saat ini menunjukkan cara baru dalam memahami dan menjalankan adat serta tradisi. Ditengah pesatnya perkembangan teknologi digital, nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur tetap dipertahankan, namun dikemas dengan pendekatan yang lebih modern dan relevan dengan perkembangan zaman.
Khalis Pasaribu, Pemenang Duta Muda Bank Indonesia 2026, saat Opini Publik Pro 1, Kamis, 25 Juni 2026 mengatakan generasi masa kini tidak lagi memandang tradisi sebagai sesuatu yang kaku. Sebaliknya, mereka berupaya mengadaptasi berbagai kebiasaan dan adat istiadat agar tetap hidup dan dapat diterima oleh masyarakat modern.
| Baca juga: Melestarikan Budaya Lokal di Era Modern |
“Generasi zaman sekarang cenderung memadukan nilai-nilai leluhur dengan teknologi modern. Tradisi tetap dijaga, tetapi cara penyampaiannya lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan saat ini,” ujar Khalis.
Menurut Khalis, pemanfaatan media sosial dan berbagai platform digital menjadi salah satu sarana efektif untuk memperkenalkan budaya kepada masyarakat luas, terutama kalangan muda. Berbagai konten mengenai adat, kesenian, bahasa daerah, hingga kuliner tradisional kini banyak dikemas dalam bentuk video kreatif, podcast, maupun kampanye digital. Fenomena ini menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi alat penting dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah arus globalisasi.
| Baca juga: Pemkab Tapteng Kukuhkan Duta Budaya 2026 |
Selain itu, generasi muda juga mulai mengedepankan kesederhanaan dalam pelaksanaan berbagai ritual keluarga dan kegiatan adat. Esensi serta nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tetap dipertahankan, namun pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat saat ini.
Khalis menilai keterbukaan terhadap perubahan sosial menjadi salah satu ciri khas generasi sekarang. Mereka mampu menyaring pengaruh luar tanpa meninggalkan identitas budaya yang dimiliki. Dengan pendekatan tersebut, tradisi tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga dapat berkembang mengikuti kebutuhan zaman.
“Berbagai kajian menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan teknologi dengan pelestarian budaya melalui pemanfaatan platform digital dan kreativitas konten yang menarik. Upaya ini dinilai mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus menjaga relevansinya di era modern,” kata Khalis.
Khalis berharap generasi muda terus menjadi agen perubahan yang mampu menjembatani warisan budaya dengan inovasi teknologi. Dengan demikian, nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu dapat tetap hidup, dikenal luas, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....