Tim Kementerian PPPA Tinjau Kebun Pangan Perempuan di Kab. Tapanuli Tengah
- 22 Sep 2026 17:56 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapanuli Tengah - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia menggelar kunjungan kerja ke Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Agenda lapangan yang berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026, ini difokuskan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan Program Kebun Pangan Perempuan (KPP).
Kunjungan awal tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan serta potensi wilayah terdampak bencana di Tapteng. Langkah ini krusial dalam menyusun model pemberdayaan perempuan yang efektif guna mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus memulihkan perekonomian warga setempat pascabencana.
Peninjauan ini didampingi langsung oleh Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga Dinas PPPA Tapteng, Khairun Nisa Marbun, S.STP, bersama tim gabungan. Turut hadir perwakilan Kementerian PPPA RI, Dinas PPPA Provinsi Sumatera Utara, jajaran pemerintah kecamatan/kelurahan, serta lembaga Save the Children dan PUSAKA.
Dalam dialog interaktif bersama warga, Tim Kementerian PPPA memaparkan konsep serta arah kebijakan Program Kebun Pangan Perempuan. Program strategis ini dirancang khusus untuk memacu pemulihan serta kemandirian ekonomi masyarakat, utamanya kelompok ibu penghuni Hunian Tetap (Huntap) Mandiri.
"Program Kebun Pangan Perempuan ini disiapkan sebagai model pemberdayaan yang efektif untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus memulihkan kemandirian ekonomi warga pascabencana," ujar Khairun Nisa Marbun di sela-sela peninjauan lapangan.
Rangkaian agenda dilanjutkan dengan survei lokasi untuk meninjau potensi lahan yang akan dikelola oleh kelompok perempuan. Selain itu, seluruh unsur pemangku kepentingan menggelar koordinasi teknis guna mematangkan persiapan awal pelaksanaan program agar dapat segera direalisasikan di lapangan.
Melalui sinergi lintas sektor yang kuat ini, program pemberdayaan perempuan di Kabupaten Tapanuli Tengah diharapkan dapat berjalan optimal. Penguatan peran perempuan ini menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan roda perekonomian keluarga korban bencana di wilayah Tapteng.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....