Bupati Tapteng Buka Musda XI PD Al-Washliyah Periode 2026–2031
- 21 Sep 2026 13:04 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapanuli Tengah - Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Pimpinan Daerah (PD) Al-Washliyah Kabupaten Tapanuli Tengah periode 2026–2031. Kegiatan yang menjadi momentum strategis organisasi keagamaan tersebut dilangsungkan di Aula Institut Bisnis dan Teknologi Al-Washliyah, Jalan Padangsidimpuan, Kecamatan Sarudik, pada Sabtu, 19 September 2026.
Rangkaian acara pembukaan berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars, serta Himne Al-Washliyah. Momen sakral tersebut kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tapanuli Tengah, H. Ngadiman KS.
Dalam sambutannya, Bupati Masinton Pasaribu memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi berkelanjutan Al-Washliyah sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang memiliki akar sejarah panjang dalam perjuangan kebangsaan. Ia menekankan pentingnya peran organisasi ini untuk senantiasa menjaga netralitas sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
"Al-Washliyah bukan sekadar organisasi, melainkan bagian dari sejarah perjuangan bangsa. Kami berharap Al-Washliyah terus berdiri di jalur netralitas, menjadi pemersatu, serta mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah daerah," ujar Masinton Pasaribu di hadapan para jajaran pengurus dan tamu undangan.
Di hadapan para peserta Musda, Bupati turut memaparkan kondisi terkini penanganan bencana alam di Tapanuli Tengah pascacendera cuaca ekstrem berupa banjir dan tanah longsor dalam satu tahun terakhir. Pemkab Tapanuli Tengah berkomitmen untuk terus melakukan penyesuaian perencanaan pembangunan, pembenahan infrastruktur, serta memastikan distribusi bantuan bencana berjalan adil dan tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Al-Washliyah Sumatera Utara, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musda XI ini sempat mengalami penundaan jadwal. Hal tersebut lantaran jajaran pengurus dan masyarakat harus memfokuskan tenaga serta sumber daya untuk membantu penanganan dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Tapanuli Tengah.
Menyoroti pilar utama Al-Washliyah di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial, Pemkab Tapanuli Tengah menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerataan fasilitas pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Saat ini, Pemkab bersama pengurus organisasi tengah mengupayakan advokasi sarana pendidikan, termasuk target ketersediaan 18 ruang kelas baru di wilayah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....