Pentingnya Tas Siaga Bencana untuk Mitigasi Mandiri Keluarga
- 16 Sep 2026 16:31 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Upaya mitigasi bencana secara mandiri dinilai menjadi kunci utama untuk meminimalisasi risiko dan korban jiwa sebelum Tim SAR atau bantuan darurat tiba di lokasi kejadian. Mengingat ancaman bencana alam dapat terjadi sewaktu-waktu menuntut kesiapan siagaan masyarakat, terutama dari lingkungan terkecil yaitu keluarga.
Anggota Sibolga Community, Purnama Lumban Gaol, menekankan kesadaran keluarga terhadap pentingnya mitigasi bencana masih perlu terus ditingkatkan. Sebagai komunitas lokal di Kota Sibolga yang aktif dalam kegiatan sosial, penggalangan dana, dan tanggap darurat, pihaknya kerap melihat langsung bagaimana kepanikan sering kali terjadi akibat kurangnya persiapan dini di tingkat rumah tangga.
"Bencana tidak pernah memberikan tanda kapan ia akan datang. Oleh karena itu, kesiapan mitigasi mandiri di tingkat keluarga melalui kepemilikan Tas Siaga Bencana sangatlah penting," ujar Purnama saat acara Spada Pro2 RRI Sibolga. Rabu, 16 September 2026.
Menurut Purnama, Tas Siaga Bencana (TSB) bukan sekadar ransel biasa, melainkan perlengkapan darurat yang berisi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup selama 3 hingga 5 hari pertama saat terjadi evakuasi darurat.
Beberapa barang yang wajib ada di dalam Tas Siaga Bencana meliputi dokumen penting yang dilindungi plastik kedap air, pakaian ganti, P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan), obat-obatan pribadi, senter beserta baterai cadangan, power bank, peluit untuk meminta pertolongan, makanan siap saji, serta air minum botol.
"Seringkali warga mengabaikan hal ini karena merasa daerahnya aman. Padahal, saat bencana meluas seperti banjir, longsor, atau gempa, bantuan tidak bisa langsung datang ke setiap rumah dalam waktu bersamaan. Di sinilah fungsi tas siaga ini menyelamatkan nyawa keluarga kita sementara waktu," tambahnya.
Purnama juga mengajak seluruh elemen masyarakat di kota Sibolga dan wilayah rawan bencana lainnya untuk mulai membudayakan penyiapan Tas Siaga Bencana di setiap rumah. Menurutnya, edukasi kebencanaan harus dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga agar setiap anggota keluarga, termasuk anak-anak, tahu apa yang harus dilakukan saat darurat.
“ Kesiapsiagaan merupakan mitigasi terbaik. Dengan keluarga yang siaga, kita tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga meringankan beban para relawan dan petugas penanggulangan bencana di lapangan,” ujar Purnama menutup obrolan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....