Gerakan Cegah Bencana harus Ditingkatkan
- 25 Jul 2026 09:27 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Beranjak dari terjadinya kembali peristiwa banjir di Hutanabolon, Sipange dan Bonalumban Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah pada 17 dan 18 Juli 2026 lalu, gerakan pencegahan bencana perlu terus ditanamkan di tengah masyarakat.
Hal itu merupakan upaya mengurangi risiko kerugian akibat bencana alam. Kesadaran untuk menjaga lingkungan dan memahami langkah-langkah mitigasi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh.
Nawali Sitohang dari Komunitas Muda Pecinta Lingkungan Sibolga Tapteng mengatakan, keterlibatan generasi muda merupakan salah satu kunci dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini.
"Gerakan cegah bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda," ujar Nawali pada program Spada Pro 2 RRI Sibolga, Sabtu, 24 Juli 2026.
Ia menilai langkah sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kelestarian hutan, serta membersihkan saluran air secara berkala dapat memberikan dampak besar dalam mencegah terjadinya bencana.
"Mencegah selalu lebih baik daripada menanggulangi. Gerakan cegah bencana harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan komunitas," ucapnya
Ia juga mengajak kalangan muda untuk lebih aktif mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan dan edukasi kebencanaan. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam penyebaran informasi positif tentang pentingnya mitigasi bencana melalui berbagai kegiatan sosial maupun media digital yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.
"Kita berharap gerakan cegah bencana dapat menjadi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat. Kemudian kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat luas, perlu ditingkatkan untuk upaya pencegahan bencana itu sendiri," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....