Wabup Madina Sebut UMKM Tumbuh Berkat Kontribusi Nyata Perantau Minang
- 31 Agt 2026 06:43 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Mandailing Natal - Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Atika Azmi Utammi Nasution, menegaskan bahwa perputaran ekonomi daerahnya, khususnya di sektor UMKM, tidak terlepas dari kehadiran dan kontribusi besar masyarakat perantau Minangkabau. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara Rang Minang Baralek Gadang dalam rangka peringatan HUT ke-10 Ikatan Keluarga Minang (IKM) di Alun-alun Kota Panyabungan pada Sabtu 29 Agustus 2026.
Menurut Atika, peran aktif para pedagang dan pelaku usaha dari Sumatera Barat ini telah menjadi roda penggerak yang vital bagi pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Madina. "Ekonomi di Madina bergerak salah satunya adalah dengan keberadaan pelaku UMKM yang kebanyakan merupakan saudara-saudara kami orang Minang," kata Atika.
Lebih lanjut, Atika menilai kontribusi perantau Minang tidak hanya sebatas pada sektor ekonomi, melainkan juga menyatu erat dalam kehidupan sosial dengan sungguh-sungguh mengamalkan falsafah Di Mana Bumi Dipijak di Situ Langit Dijunjung. "Sehingga dalam keseharian tak mampu lagi kami membedakan mana orang Minang, mana orang Mandailing," sebutnya.
Melalui momentum peringatan satu dekade IKM di Madina ini, Atika menyampaikan harapannya agar semangat saling membantu, gotong-royong, dan ikatan silaturahmi yang kuat tersebut dapat terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Apresiasi senada juga datang dari Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis, yang menyebut masyarakat Minang sebagai suku yang unggul di berbagai bidang, termasuk memiliki kemampuan luar biasa untuk bertahan di tengah gempuran beragam tantangan. Ia pun menyambut baik perayaan HUT ke-10 IKM di ruang publik ini karena sukses menjadi sarana hiburan yang meriah bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Kapolres Madina, AKBP Bagus Priandy, turut menyoroti rekam jejak historis kontribusi masyarakat Minang terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sudah terukir jauh sebelum masa kemerdekaan. "Bahkan, salah satu proklamator itu berasal dari Sumatera Barat, Bung Hatta," tegasnya.
Sebagai bentuk akulturasi budaya yang harmonis, malam puncak acara tersebut dimeriahkan dengan kolaborasi pementasan kesenian daerah dari Sumatera Barat dan Madina. Masyarakat yang hadir tampak antusias dihibur oleh atraksi kesenian randai, Tari Piring, silek, pementasan Gordang Sambilan, marturi, hingga beberapa penampilan tari kreasi budaya seperti tari "Manduda Eme".
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....