Bupati Madina: PBAK Bukan Seremonial, tapi Awal Perjalanan Mandiri

  • 26 Agt 2026 09:01 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Mandailing Natal - Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengajak mahasiswa baru Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina memandang kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) sebagai momentum memulai perjalanan menuju kemandirian, bukan sekadar kegiatan seremonial. Pesan itu disampaikan Saipullah saat menjadi narasumber PBAK di Kampus STAIN Madina, Senin 24 Agustus 2026.

Saipullah mengatakan, memasuki dunia perguruan tinggi bukan hanya tentang mengejar gelar, tetapi juga menjadi masa untuk menguji pemikiran, menempa karakter, memperkuat idealisme, dan menentukan masa depan. “Tetapi saya ingin mengajak kalian melihat dengan perspektif yang lebih besar. PBAK bukan sekadar pintu masuk menuju kampus. PBAK adalah pintu masuk menuju sebuah perjalanan kemandirian,” kata Saipullah.

Karena itu, ia meminta mahasiswa baru tidak menjadikan gelar sebagai satu-satunya tujuan selama menempuh pendidikan tinggi. Menurutnya, mahasiswa harus memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun kapasitas diri dan mengembangkan kemampuan berpikir. “Karena itu saya ingin mengingatkan kepada kalian, jangan datang ke kampus hanya untuk mengejar gelar, datanglah untuk membangun kapasitas diri anda sendiri,” pesannya.

Saipullah juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis atau critical thinking. Ia mendorong mahasiswa untuk berani bertanya karena pertanyaan dapat menjadi awal berkembangnya pengetahuan. “Ilmu pengetahuan berkembang bukan hanya karena manusia menentukan jawaban. Ilmu berkembang karena ada manusia yang berani bertanya,” sebutnya.

Selain kemampuan berpikir, Saipullah menyebut integritas sebagai salah satu modal penting bagi mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa integritas bukan hanya soal ucapan, tetapi harus diwujudkan secara konsisten dalam setiap tindakan. “Integritas itu: Setiap ucapan, setiap perbuatan, setiap tindakan yang kita lakukan itu harus konsisten. Yang paling sulit itu konsisten,” ujarnya.

Di tengah perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Saipullah juga mengingatkan mahasiswa agar fokus membangun karakter. “Pertanyaannya kalau mesin semakin pintar, manusia harus apa untuk terus unggul dari mesin. Jawabannya karakter karena mesin dapat menghitung, tetapi manusia memiliki nurani. Mesin dapat menghasilkan informasi, tetapi manusia memiliki nilai. Mesin dapat bekerja secara cepat, tetapi manusia memiliki tanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua STAIN Madina Dr. Mara Samin Lubis mengatakan pihaknya akan membuka ruang kreativitas mahasiswa melalui pembentukan kelompok studi di setiap program studi. “Makanya ke depan, setiap prodi itu kami haruskan satu kelompok study club mengadakan diskusi, nanti berbagai topik yang mereka angkat itu untuk dibincangkan,” katanya.

Ia berharap forum tersebut melahirkan mahasiswa yang kritis, mampu mengembangkan ide, dan memiliki daya saing setelah lulus. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Saipullah turut didampingi Pj. Sekda Afrizal Nasution, Kepala Kesbangpol Sudrajat Putra, serta Kepala Diskominfo Muhammad Syail Lubis.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....