Sampah Plastik Bernilai Ekonomi

  • 19 Agt 2026 17:59 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Sampah, utamanya sampah plastik hingga kini masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan disetiap daerah, sebab sampah plastik ini sangat sulit terurai dan menjadi elemen yang mencemari lingkungan.

Tetapi seiring kemajuan tekhnologi serta ditopang kreativitas dan inovasi, sampah, khususnya sampah plastik kini dapat diolah menjadi berbagai karya kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

Dengan kreativitas, botol plastik, kemasan bekas, hingga berbagai jenis plastik rumah tangga kini dapat disulap menjadi produk bernilai dan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Dian Iradhani, aktivis lingkungan hidup di Sibolga Tapanuli Tengah pada Santai Siang Pro 2 RRI Sibolga, Selasa, 18 Agustus 2026 mengatakan, pengelolaan sampah plastik tidak hanya sebagai upaya membuang atau mengurangi sampah, tetapi menjadi peluang untuk menambah pendapatan.

"Banyak produk kreatif yang dapat dibuat dari sampah plastik, mulai dari tas, tempat penyimpanan, hiasan rumah, pot tanaman, hingga berbagai aksesori. Jika dibuat dengan rapi dan desain menarik, dapat dipasarkan," ujar Dian.

Namun kata Dian, untuk memulai langkah itu, masyarakat harus dapat memilah sampah sejak dari rumah, kemudian memanfaatkan plastik yang masih layak diolah menjadi berbagai kerajinan.

Dian juga mengatakan, kegiatan mengolah sampah menjadi karya, dapat mendorong perubahan pola pikir masyarakat dan menjadi sumber ekonomi baru.

"Sampah yang selama ini dianggap tidak berguna dapat memiliki nilai ketika dipilah dan dikelola dengan baik," tuturnya.

Dian juga mengajak generasi muda untuk ikut terlibat dalam gerakan kreatif mengolah sampah plastik. Menurutnya, anak muda memiliki kreativitas dan kemampuan memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produk daur ulang. Selain menjaga lingkungan, kegiatan tersebut sejalan dengan pengembangan usaha kreatif dan ekonomi masyarakat.

Selanjutnya ia berharap semakin banyak masyarakat yang memilah sampah yang dimulai dari rumah sendiri dan kemudian dimanfaatkan menjadi karya bernilai ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....