Pola Asuh yang Salah Membuat Tumbuh Kembang Kurang Optimal
- 30 Jul 2026 14:48 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Pengasuhan merupakan sebuah tindakan, peran dan komunikasi yang dilaksanakan oleh kalangan orang dewasa untuk membangun pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam konteks ini, keluarga, orangtua, masyarakat, sekolah dan pemerintah adalah orang dewasa karena mereka semua mempunyai kepentingan dalam mengambil kebijakan terhadap anak.
Minimnya pengetahuan dan keterampilan tersebut bisa memunculkan pola asuh yang salah kepada anak. Terlebih lagi jika seorang anak hanya mengimitasi perilaku negatif orang lain yang berada di luar rumah.
Kondisi ini tentunya membuat kurang optimalnya tumbuh kembang anak dan berimplikasi pada masa depannya yang suram. Disadari atau tidak, orang tua di Indonesia dinilai masih menerapkan pola asuh otoriter dalam mendidik buah hati.
Hal ini disampaikan Ira Lailany Siagian, S.Pd saat menjadi narasumber Talkshow RRI Sibolga pada Selasa, 28 Juli 2026.
| Baca juga: Bekerja tanpa Kantor, Tren di Era Digital |
Metode pengasuhan yang demokratis atau otoritatif sebenarnya baik untuk anak-anak dan dapat mendorong kemandirian. Sedangkan pola asuh demokratis bahwa orangtua harus mampu menahan perilaku anak-anak mereka dan mengontrolnya.
“Anak-anak dapat memiliki kemampuan untuk memilih dan melakukan aktifitas yang disepakati ketika orangtua dan anak-anak selalu berkomunikasi tentang aktifitas mereka. Orangtua yang menggunakan pendekatan pengasuhan otoritatif mempengaruhi anak-anak untuk lebih terlibat dengan orang lain, menunjukkan tanda-tanda kemandirian dan memiliki kendali diri atas emosi mereka, ujar Ira.
Pola asuh otoriter kurang mendukung otonomi anak, tetapi dapat melibatkan partisipasi yang tinggi hampir tidak ada sama sekali. Anak dari orangtua yang menggunakan pendekatan pola asuh otoriter menunjukkan kurangnya kesenangan, takut melakukan kesalahan, rasa rendah diri dan kemampuan komunikasi yang buruk.
Orangtua yang permisif cenderung tidak mengajukan permintaan dan tidak mendukung keterlibatan anak-anak agar mandiri. Orangtua yang menerapkan pola asuh denga gaya permisif ini berakibat anak cenderung melakukan kesalahan dan pelanggaran sehingga anak tidak mampu mengendalikan perilaku, kurang dewasa, memiliki harga diri rendah dan terasingkan dari keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....