Bupati Tapteng Tegaskan Guru Bukan Objek Pungli saat Pelantikan Pengurus PGRI
- 30 Jul 2026 14:11 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapanuli Tengah - Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah untuk meningkatkan kesejahteraan guru sekaligus memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan pendidikan. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tapanuli Tengah dan Pengurus PGRI Cabang se-Kabupaten Tapanuli Tengah di Gedung Olahraga (GOR) Pandan, Selasa 28 Juli 2026.
Kegiatan bertema "Guru Hebat, Indonesia Kuat" itu turut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi. Pelantikan Pengurus PGRI Kabupaten Tapanuli Tengah Masa Bakti XXIII Periode 2025–2030 dilakukan langsung oleh Ketua PGRI Sumatera Utara, Samsul Napitupulu, S.E., M.Si. Kepengurusan yang dilantik dipimpin Ketua Herry Batubara, didampingi Sekretaris Rahmad Hamonangan Sihite, serta Bendahara Irma Nur Azizah.
Dalam sambutannya, Masinton Pasaribu mengatakan pemerintah daerah tengah menyusun perencanaan anggaran yang salah satunya diarahkan untuk memberikan perhatian lebih kepada para guru, terutama mereka yang tetap mengabdi di wilayah terdampak bencana maupun daerah tertinggal dan terpencil.
"Kita lagi menyusun perencanaan anggaran kita. Tolong diberikan apresiasi kepada guru-guru kita, terutama yang mengabdi sampai sekarang di daerah-daerah yang terdampak bencana, yang mengajar di sekolah darurat maupun di tenda-tenda, juga terhadap guru-guru yang mengajar di daerah-daerah yang masuk dalam kategori tertinggal dan terpencil. Kita berikan apresiasi dan kita berikan insentif," kata Masinton.
Selain peningkatan kesejahteraan, Bupati juga menegaskan tidak akan mentoleransi praktik pungutan liar yang merugikan para guru. Ia meminta seluruh tenaga pendidik tidak ragu melaporkan apabila hak-haknya dipotong atau menjadi korban pungli dalam proses penugasan maupun pengangkatan jabatan.
"Kami tidak ingin ada pemotongan yang sifatnya pungutan liar, agar para guru kita tidak lagi jadi objek. Kalau selama ini tenaga pendidik dijadikan objek, sekarang kita akhiri. Guru bukan objek eksploitasi siapapun. Yang menjadi kepala sekolah itu tidak boleh dipungut bayaran. Kalau sudah haknya dikurangin, lapor Bapak-Ibu ya, agar kami bisa menata dan memperbaikinya," tegas Masinton.
Di hadapan para pengurus PGRI yang baru dilantik, Masinton juga mengapresiasi dedikasi guru dalam membangun sumber daya manusia di Tapanuli Tengah. "Saya lihat kontribusi peran guru dalam upaya memberikan arah tuntunan terhadap generasi-generasi kita. Guru tentu bukan hanya mengajar tentang teknis, tapi guru juga membentuk karakter, membentuk sikap, membentuk mental dan jiwa anak-anak Tapanuli Tengah," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....