Teknologi Hijau Solusi Menghadapi Perubahan Iklim
- 27 Jun 2026 21:56 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID,Sibolga – Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kelangkaan sumber daya, inovasi hijau telah menjadi fokus utama diberbagai sektor. Teknologi dan solusi berkelanjutan kini dirancang untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat modern.
Teknologi ini mengacu pada inovasi yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, meningkatkan efisiensi energi dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam. Dengan meningkatnya kesadaran global tentang pentingnya keberlanjutan, berbagai sektor industri mulai beralih keteknologi ramah lingkungan untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau.
Salah satu inovasi teknologi hijau yang paling menonjol adalah energi terbarukan. Sumber energi seperti tenaga surya, angin dan hidroelektrik telah menjadi alternatif utama untuk menggantikan bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi karbon tinggi.
Hal ini disampaikan Agus Pandiangan, salah seorang penelpon diacara Beranda Astacita Pro1 RRI Sibolga pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Teknologi hijau juga memainkan peran penting dalam sektor transportasi. Dengan perkembangan baterai yang lebih tahan lama dan infrastruktur pengisian daya yang semakin luas, kendaraan listrik semakin diminati oleh masyarakat.
Pada program yang dipandu Ismail Marzuki, Agus menyebutkan dibidang konstruksi dan arsitek, teknologi hijau diterapkan melalui bangunan ramah lingkungan atau green building. Penggunaan bahan bagunan berkelanjutan, sistem pencahayaan hemat energi dan teknologi pengelolaan air yang efisien membantu mengurangi jejak karbon bagunan.
“Pertanian vertikal menawarkan solusi hemat lahan dan air untuk produksi pangan. Dengan menggunakan teknologi hidroponik dan aeroponik, tanaman dapat tumbuh dilingkungan terkendali tanpa memerlukan lahan luas, ujar Agus.
Industri fashion menjadi salah satu penyumbang limbah terbesar didunia. Inovasi tekstil berkelanjutan seperti kain dari serat bambu, nanoteknologi daur ulang atau pewarna ramah lingkungan, membantu mengurangi jejak karbon dari sektor ini.
Alternatif plastik berbasis bahan organik seperti pati jagung, rumput laut atau singkong sedang menjadi tren. Plastik biodegradable ini dapat terurai secara alami mengurangi limbah plastik yang mencemari lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....