Angka Pengangguran Perlu Penyesuaian Keterampilan

  • 22 Jun 2026 13:46 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Lulusan SMA dan SMK tercatat masih mendominasi jumlah pengangguran nasional, menunjukkan adanya kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

Riry Novia, Guru SMA Negeri di Kabupaten Tapanuli Tengah, saat interaktif Opini Publik Pro 1, Senin, 22 Juni 2026 menilai fenomena tersebut dipengaruhi oleh ketidaksesuaian antara keterampilan yang diajarkan di sekolah dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan industri saat ini.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan tenaga kerja berlangsung sangat cepat, sementara proses penyesuaian kurikulum dan peningkatan kompetensi peserta didik sering kali membutuhkan waktu yang lebih panjang.

“Banyak lulusan SMA dan SMK yang memiliki bekal pendidikan dasar yang baik, tetapi belum sepenuhnya sesuai dengan keterampilan yang dicari oleh perusahaan. Akibatnya, mereka menghadapi persaingan yang cukup ketat ketika memasuki dunia kerja,” kata Riry Novia.

Ia menjelaskan, selain persoalan kesesuaian kompetensi, pertumbuhan lapangan kerja formal yang relatif lambat juga menjadi faktor yang memperbesar angka pengangguran. Jumlah pencari kerja yang terus bertambah setiap tahun tidak selalu diimbangi dengan ketersediaan peluang kerja yang memadai.

Kondisi tersebut membuat banyak lulusan baru harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka. Bahkan, tidak sedikit yang akhirnya bekerja di sektor yang berbeda dari bidang yang dipelajari selama di sekolah.

Riry menilai pentingnya penguatan program pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Sekolah perlu membangun kolaborasi yang lebih erat dengan industri agar peserta didik memperoleh pengalaman, keterampilan, dan wawasan yang relevan sebelum lulus.

“Pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus membekali siswa dengan keterampilan praktis, kemampuan beradaptasi, komunikasi, serta literasi digital yang kini menjadi kebutuhan utama di berbagai sektor,” kata Riry Novia.

Selain itu, ia juga mendorong para lulusan untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mulai mengembangkan jiwa kewirausahaan. Dengan memanfaatkan teknologi dan peluang usaha yang tersedia, generasi muda diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri maupun orang lain.

Riry berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperluas kesempatan kerja bagi lulusan SMA dan SMK.

“Jika kompetensi lulusan semakin sesuai dengan kebutuhan industri dan peluang kerja terus bertambah, maka angka pengangguran dapat ditekan dan generasi muda akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan,” tutup Riry Novia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....