Kolaborasi Menangkal Judol di Kalangan Anak Muda

  • 16 Apr 2026 22:00 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Tidak hanya melibatkan orang dewasa, praktek judi online (Judol) kini telah menyasar kalangan anak muda atau remaja usia produktif. Kondisi ini agaknya harus menjadi perhatian berbagai pihak, sebab kecanduan anak muda akan Judol belakangan ini sudah semakin mengkhawatirkan.

Kecanduan akan Judol ini tidak lepas dari mudahnya menjangkau akses Judol seperti melalui ponsel pintar dan media sosial.

Robin Wijaya, anak muda pelaku usaha sablon pada acara sore ceria Pro2 RRI Sibolga, Kamis, 16 April 2026 menyebut, perlu edukasi sejak dini serta penguatan aktivitas positif untuk menangkal anak muda dari pengaruh judol.

Hal itu kata Robin, menjadi kunci utama untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam praktik tersebut. Ia menegaskan, lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kolektif.

Menurut Robin, banyak anak muda tergiur judi online karena iming-iming keuntungan cepat tanpa memahami risiko kerugian yang besar. Ia pun mengaku sering berdiskusi dengan pelanggannya yang mayoritas remaja, dan mengetahui bahwa sebagian dari pelanggannya itu mulai terpapar judi online melalui platform digital.

"Kondisi ini harus segera diantisipasi dengan memberikan pemahaman tentang dampak finansial maupun psikologis yang bisa ditimbulkan," ujar Robin.

Sebagai pelaku usaha, Robin mencoba berkontribusi dengan membuka ruang kreativitas bagi anak muda melalui kegiatan desain dan sablon. Ia mengajak mereka untuk menyalurkan kreasi ke aktivitas produktif seperti membuat kaos bertema edukasi, komunitas kreatif, hingga pelatihan sederhana.

“Kalau anak muda sibuk berkarya, mereka cenderung tidak tertarik dengan hal-hal yang merugikan seperti judi online,” ujarnya.

Selain itu kata Robin, peran aktif orang tua dan sekolah untuk terus memantau penggunaan platform digital pada anak muda harus terus dilakukan. Kemudian komunikasi terbuka antara orang tua dan anak sangat membantu upaya pencegahan agar anak muda tidak terpapar judol.

Robin juga berharap terciptanya kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah, guna memperkuat upaya menangkal judi online di kalangan anak muda.

“Kita semua punya tanggung jawab menjaga masa depan anak muda agar tetap produktif dan bebas dari judi online,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....