Fenomena Mangkir Kerja PascaleBaran Jadi Sorotan

  • 31 Mar 2026 15:26 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Program Opini Publik menyoroti fenomena mangkir kerja usai libur panjang yang masih terjadi di sejumlah kalangan pekerja. Kebiasaan ini dinilai berdampak pada menurunnya disiplin dan produktivitas kerja.

Pembahasan tersebut disampaikan dalam siaran Opini Publik, Selasa (31/3/2026). Fenomena ini kerap muncul setelah masa libur panjang seperti Lebaran.

Narasumber Bung Leman menilai kebiasaan mangkir mencerminkan menurunnya kedisiplinan pekerja. “Banyak pegawai masih terbawa suasana liburan sehingga sulit kembali ke ritme kerja normal,” ujarnya. “Hal ini tentu berdampak pada pelayanan dan target kerja,” lanjutnya.

Ia menjelaskan kondisi tersebut dapat merugikan instansi maupun perusahaan. Selain itu, kebiasaan mangkir juga berpotensi memberi contoh buruk bagi rekan kerja lainnya.

Menurutnya, perusahaan perlu melakukan evaluasi kehadiran untuk mencegah kejadian serupa. Pendekatan humanis juga diperlukan untuk memahami alasan ketidakhadiran karyawan.

“Ketidakhadiran tanpa keterangan bukan hanya pelanggaran aturan, tetapi juga menurunkan kepercayaan atasan,” katanya. “Budaya kerja profesional harus dimulai dari komitmen pribadi setiap pekerja,” tegasnya.

Ia menambahkan pemberian apresiasi kepada pegawai disiplin dapat menjadi solusi efektif. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan motivasi serta membangun loyalitas terhadap pekerjaan.

Di akhir perbincangan, Bung Leman berharap pekerja dapat kembali fokus pascalibur. Momentum ini diharapkan menjadi awal semangat baru dalam meningkatkan produktivitas dan pelayanan kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....