Waspada Love Scamming !

  • 23 Jan 2026 10:02 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Remaja diminta lebih berhati-hati saat menggunakan media sosial. Karena kasus love scamming atau penipuan bermodus asmara semakin marak terutama ke pengguna muda yang aktif berinteraksi di dunia digital.

Wahyuni Retnowati, seorang dosen jurusan psikologi mengatakan pada acara Jaga Malam Pro 2 Sibolga, Kamis (22/1/2026), mengatakan, pelaku love scamming biasanya mendekati korban dengan identitas palsu untuk membangun hubungan emosional secara cepat.

“Pelaku sengaja membuat korban merasa nyaman dan percaya. Setelah hubungan terasa dekat, pelaku mulai memanfaatkan situasi untuk meminta uang,” kata Wahyuni.

Wahyuni menjelaskan, pelaku umumnya memakai foto menarik dan profil yang dibuat seolah-olah meyakinkan. Pelaku juga biasanya mengaku memiliki pekerjaan bergengsi, lalu mengirim pesan intens setiap hari agar korban merasa diperhatikan dan dianggap spesial.

Menurut Wahyuni, salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah pelaku selalu menghindari panggilan video atau pertemuan langsung. Meski terlihat romantis melalui pesan singkat, pelaku selalu punya alasan saat diminta membuktikan identitasnya.

“Kalau dia menolak video call dengan alasan sinyal atau kamera rusak, remaja harus curiga. Apalagi kalau hubungan baru sebentar tapi sudah memaksa untuk dekat,” ujarnya.

Wahyuni menambahkan, ketika korban sudah terlanjur terbawa perasaan, pelaku mulai membuat drama. Pelaku mengaku butuh uang mendesak untuk berbagai alasan, seperti keluarga sakit, kecelakaan, biaya tiket perjalanan, atau paket hadiah yang disebut tertahan di bea cukai.

Ia juga mengingatkan remaja agar tidak sembarangan mengirim foto atau video pribadi kepada orang yang baru dikenal. Pelaku dapat memanfaatkan konten tersebut untuk mengancam dan memeras korban.

“Jangan bagikan data pribadi, apalagi foto yang sensitif. Itu bisa menjadi alat pelaku untuk menekan korban,” kata Wahyuni.

Wahyuni mengimbau remaja untuk lebih cermat saat bersosial media, memeriksa identitas lawan bicara, dan tidak mudah percaya pada orang asing yang cepat mengajak hubungan serius. Ia menegaskan, remaja tidak boleh mengirim uang, kode OTP, atau informasi perbankan kepada siapa pun yang hanya dikenal melalui internet.

“Kalau ada tanda-tanda mencurigakan, segera hentikan komunikasi dan ceritakan kepada orang tua atau pihak yang dipercaya,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....