Jembatan Cinta Kasih Pulihkan Akses Warga Adian Koting

  • 13 Sep 2026 19:59 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapanuli Utara - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara meresmikan pengoperasian Jembatan Cinta Kasih Aek Poring di Desa Siantar Naipospos. Jembatan tersebut kembali membuka akses warga setelah infrastruktur sebelumnya rusak akibat bencana hidrometeorologi, Sabtu, 12 September 2026.

Peresmian dilakukan Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan Mujianto. Pembangunan jembatan didukung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia melalui swadaya masyarakat, TNI AD dan pemerintah daerah.

“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia,” ujar Jonius. Ia juga mengapresiasi jajaran TNI AD serta masyarakat Desa Siantar Naipospos atas semangat gotong royong membangun jembatan tersebut.

“Sinergi dan semangat gotong royong ini merupakan bukti nyata kebersamaan dalam membantu masyarakat,” kata Jonius. Menurutnya, kolaborasi tersebut membantu masyarakat memperoleh akses transportasi yang aman dan memadai untuk aktivitas sehari-hari.

“Pemerintah berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan dan pembenahan infrastruktur secara berkelanjutan,” tegas Bupati Tapanuli Utara. Pemkab Taput merencanakan pembangunan Pustu di Dusun Lobu Haminjon dengan dukungan lahan dari masyarakat setempat.

Jembatan tersebut dibangun setelah bencana hidrometeorologi pada 25 November 2025 merusak akses penghubung warga. Kehadirannya mempermudah aktivitas masyarakat, mobilitas pertanian serta akses anak-anak menuju sekolah setiap hari.

Pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan Mujianto mengatakan pembangunan jembatan didorong kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Ia menyebut anak-anak sebelumnya menghadapi kesulitan menyeberangi sungai akibat kerusakan jembatan gantung darurat.

Pemkab Taput mengalokasikan Rp2,5 miliar pada APBD 2026 untuk perbaikan jalan dan jembatan empat titik. Pembenahan kawasan tersebut juga direncanakan berlanjut hingga 2028 dengan estimasi anggaran mencapai Rp50 miliar.

Peresmian ditandai penandatanganan prasasti serta penyerahan kain ulos kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Kegiatan turut dihadiri Sekda Henry M. M. Sitompul, pimpinan OPD, Camat Adian Koting dan tokoh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....