Mengenal Mikroplastik dan Risikonya sejak Dini

  • 22 Agt 2026 20:44 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Pemberian edukasi mengenai bahaya polusi lingkungan hidup harus ditanamkan sejak sejak dini guna membangun generasi yang lebih peduli.

Hal ini disampaikan oleh Rimbun seorang Pengamat lingkungan pada program acara Sore Ceria, Pro 2 RRI Sibolga pada Jumat, 21 Agustus 2026 mengenalkan ancaman mikroplastik sejak dini merupakan langkah krusial untuk menyelamatkan kondisi lingkungan kedepannya.

"Anak-anak perlu memahami bahwa plastik yang mereka buang berbahaya karena bahannya dan bisa jadi serpihan yang beracun jika hancur," ujar Rimbun.

Menurutnya, pemahaman mendasar ini akan membentuk kebiasaan baru yang lebih memperhatikan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Mikroplastik sendiri merupakan partikel plastik tiruan dengan ukuran sangat kecil dan umumnya kurang dari lima milimeter. Karena ukurannya yang sulit terlihat tersebut, polutan ini sangat mudah tersebar di udara, tanah, hingga masuk ke dalam sumber air bersih.

Rimbun menjelaskan bahwa mikroplastik sekarang sudah menyusup ke dalam rantai makanan manusia melalui makanan yang dikonsumsi oleh hewan laut.

"Saat ikan makan mikroplastik di laut dan kita juga memakan ikan tersebut, maka racun kimia itu langsung pindah ke dalam tubuh kita," tambahnya.

Dampak buruk yang terjadi dalam jangka panjang terutama, pada kesehatan manusia meliputi gangguan hormon hingga penurunan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, anak-anak harus mulai diajarkan untuk mengurangi ketergantungan pada kemasan sekali pakai demi mencegah pencemaran ini.

Pihak sekolah dan orang tua memiliki peran paling penting dalam memberikan contoh nyata mengenai gaya hidup bebas plastik di rumah maupun kelas. Langkah sederhana seperti membawa botol minum dan tempat bekal sendiri serta memilah sampah organik dapat menjadi media pembelajaran yang sangat efektif.

"Jangan menunggu bumi kita benar-benar rusak parah baru kita mulai bergerak mengajarkan edukasi terkait lingkungan kepada anak-anak," tutupnya.

Melalui penanaman kesadaran sejak dini, diharapkan ancaman krisis lingkungan akibat mikroplastik ini dapat dicegah secara signifikan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....