Sampah Plastik Berujung Mikroplastik Berbahaya
- 21 Agt 2026 19:45 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Penumpukan sampah plastik yang mengalami peningkatan serta tidak terkelola dengan baik kini telah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan. Limbah yang tidak terurai tersebut perlahan hancur menjadi partikel-partikel kecil berukuran kurang dari lima milimeter yang dikenal sebagai mikroplastik.
Hal ini disampaikan oleh Rimbun seorang Pengamat lingkungan pada program acara Sore Ceria, Pro 2 RRI Sibolga pada Jumat, 21 Agustus 2026. Dampak dari kondisi ini tidak boleh dianggap remeh karena partikel beracun tersebut kini mulai masuk ke dalam rantai makanan manusia.
| Baca juga: Gerakan Kurangi Plastik dan Mikroplastik |
Mikroplastik yang mencemari perairan seringkali termakan oleh makhluk hidup yang tinggal di laut, yang pada akhirnya ikut dikonsumsi oleh masyarakat luas. Kondisi ini memerlukan perhatian mendalam dari seluruh kalangan masyarakat demi sinergi dengan lingkungan menjadi lebih baik.
Ia mengatakan partikel yang tak terlihat ini membawa ancaman serius karena mampu menyebarkan zat kimia beracun di lingkungan sekitarnya. "Mikroplastik itu bagaikan magnet jadi mudah untuk masuk ke tubuh makhluk hidup, dan itu bisa memicu gangguan kesehatan kronis" ujarnya.
Kemudian dikatakan, aturan penegasan terkait pengurangan plastik sekali pakai masih sangat lemah di tingkat daerah. Oleh karena itu, mengakibatkan volume sampah plastik yang masuk ke ekosistem sungai dan laut terus meningkat secara signifikan setiap tahunnya.
Maka, alangkah baiknya diperlukan langkah nyata yang konsisten mulai dari pembenahan awal produksi hingga sistem pengelolaan sampah di tahap akhir. Pemerintah dan sektor industri harus bekerja sama untuk menciptakan alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan serta mudah terurai secara alami.
Ia juga menegaskan masyarakat agar segera mengubah gaya hidup dengan menekan produksi limbah plastik harian mereka secara mandiri. Kesadaran ini perlu agar stigma mengurangi sampah itu sulit secara perlahan berubah agar generasi masa depan tidak menghadapi krisis lingkungan yang semakin sulit diatasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....