‘Tapasada Academy’, Buka Jalan Satu Sarjana dalam Satu Keluarga

  • 23 Jul 2026 05:17 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Taput - Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng memimpin sosialisasi program Tapasada Academy sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah. Kegiatan berlangsung secara hibrid di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Rabu, 22 Juli 2026.

Program Tapasada Academy atau Tapanuli Utara Satu Sarjana dalam Satu Keluarga merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Sosialisasi diikuti jajaran perangkat daerah, camat, kepala desa, lurah, serta pendamping Program Keluarga Harapan dari seluruh kecamatan.

"Tapasada Academy tidak hanya membiayai uang kuliah hingga delapan semester, tetapi juga mencetak kader-kader daerah yang unggul dan berkarakter," kata Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan. Ia menjelaskan para peserta akan memperoleh pendampingan, pelatihan kepemimpinan, dan mentoring dari pejabat, praktisi, serta diaspora asal Tapanuli Utara.

Pada tahap awal pelaksanaan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menargetkan merekrut sebanyak 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di daerah. "Kami berharap para lulusan nantinya tetap tinggal di Tapanuli Utara dan berkontribusi membangun daerah melalui berbagai bidang pengabdian," ujarnya.

Pemerintah memilih perguruan tinggi di wilayah Tapanuli Utara sebagai lokasi pelaksanaan program untuk mencegah terjadinya perpindahan sumber daya manusia unggul ke luar daerah. "Kami ingin melahirkan wirausahawan, petani modern, tenaga profesional, dan birokrat andal yang tumbuh serta mengabdi di kampung halamannya," katanya.

Program Tapasada Academy diperuntukkan bagi masyarakat dari keluarga berpenghasilan rendah yang masuk kategori kesejahteraan Desil 1 hingga Desil 4. Calon penerima juga harus berasal dari keluarga yang belum memiliki anggota bergelar sarjana, berusia 18 hingga 25 tahun, berdomisili di Tapanuli Utara sekurang-kurangnya dua tahun, serta memperoleh verifikasi dari kepala desa atau lurah.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengimbau seluruh aparatur desa, lurah, dan pendamping PKH aktif mendata calon penerima yang memenuhi persyaratan. Langkah tersebut diharapkan memastikan program Tapasada Academy tepat sasaran serta membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda berpotensi di Tapanuli Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....