Dana Desa Dinilai jadi Motor Pembangunan dan Masih Hadapi Tantangan
- 20 Mei 2026 16:35 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Dana Desa dinilai memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat ditingkat desa. Program ini menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan, terutama melalui pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, fasilitas air bersih, serta penguatan ekonomi masyarakat desa.
Hendra Sahputra, Tenaga Pendidik sekaligus Pemerhati Ekonomi kota Sibolga, pada saat Opini Publik Pro 1, Rabu, 20 Mei 2026 via selular mengatakan Dana Desa telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan wilayah pedesaan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kehadiran Dana Desa mampu mempercepat konektivitas antarwilayah dan membuka akses ekonomi masyarakat yang sebelumnya terbatas.
| Baca juga: Gus Irawan: Program MBG Layak Dipertahankan |
“Dana Desa sejatinya menjadi motor penggerak pembangunan dari tingkat akar rumput. Infrastruktur desa yang semakin baik akan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan meningkatkan kualitas hidup warga,” kata Hendra.
Meski demikian, Hendra Sahputra menilai pemanfaatan Dana Desa masih menghadapi sejumlah tantangan serius. Salah satu persoalan yang sering muncul adalah tindak pidana korupsi yang melibatkan oknum aparat desa. Menurutnya, lemahnya pengawasan dan rendahnya transparansi dalam pengelolaan anggaran dapat membuka celah terjadinya penyalahgunaan dana.
Ia menjelaskan juga bahwa selain persoalan korupsi, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia aparatur desa juga menjadi hambatan dalam optimalisasi pengelolaan Dana Desa. Banyak perangkat desa yang masih mengalami kesulitan dalam penyusunan administrasi, perencanaan program, hingga pelaporan penggunaan anggaran sesuai aturan yang berlaku.
“Pengelolaan anggaran membutuhkan kemampuan administrasi dan tata kelola yang baik. Jika SDM aparatur desa belum siap, maka potensi kesalahan administrasi maupun penyimpangan bisa meningkat.” Hendra juga menyoroti dinamika kebijakan tata kelola Dana Desa yang terus mengalami perubahan. Menurutnya, perubahan regulasi yang cepat sering membuat aparatur desa kesulitan menyesuaikan diri, terutama dalam memahami prosedur baru terkait penggunaan maupun pertanggungjawaban anggaran.
Ia menilai diperlukan penguatan pengawasan, pendampingan, serta pelatihan berkelanjutan bagi aparatur desa agar pengelolaan Dana Desa dapat berjalan lebih efektif dan akuntabel. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam mengawasi pembangunan desa juga dinilai penting guna memastikan penggunaan anggaran benar-benar sesuai kebutuhan warga. Menurutnya, apabila dikelola secara transparan dan tepat sasaran, Dana Desa dapat menjadi instrumen strategis dalam menciptakan pemerataan pembangunan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....