Pemuda Sibolga Jaga Keberagaman di Negeri Berbilang Kaum
- 15 Jun 2026 16:53 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Kota Sibolga dengan julukan "Negeri Berbilang Kaum", rumah bagi berbagai etnis, mulai dari Melayu Pesisir, Batak (Toba, Angkola, Mandailing), Minangkabau, Nias, hingga keturunan Tionghoa.
Harmoni ini tidak luntur, melainkan makin diperkuat oleh komitmen anak-anak muda kota Sibolga yang menolak sekat-sekat primordialisme atau sikap yang mengagungkan identitas yang melekat sejak lahir.
Saat ini, tantangan menjaga kerukunan tentu berbeda. Menyadari besarnya potensi gesekan di media sosial, generasi muda Kota Sibolga mengambil peran aktif sebagai agen perdamaian. Melalui berbagai komunitas kreatif, organisasi kepemudaan, dan forum lintas agama, gencar menyuarakan narasi positif.
"Kami di Sibolga tumbuh dengan kemajemukan yang alami. Sejak kecil kami terbiasa hidup berdampingan. Tugas kami generasi muda Sibolga, sekarang ini memastikan media sosial dan politik tidak merusak warisan leluhur yang ada," ujar Bongsu, yang tergabung dalam Forum Komunitas Kreatif ( FKK) di Sibolga.
Hal itu dikatakannya saat program SPADA (Selamat Pagi Teman Pro2) di Pro2 RRI Sibolga. Senin, 15 Juni 2026. Hal senada juga diungkapkan Devi Halawa menurutnya, kolaborasi tanpa memandang latar belakang adalah kunci utama.
"Anak muda Sibolga itu kalau nongkrong atau bikin kegiatan tidak pernah tanya apa sukumu atau apa agamamu. Kami disatukan oleh rasa cinta pada kota ini. Kolaborasi lewat seni, olahraga, dan diskusi cara kami merawat keberagaman,"
kata Devi.
Salah satu bukti nyata keberhasilan generasi muda dalam merawat harmoni ini dengan tetap lestarinya Bahasa Pesisir, bahasa serapan unik yang memadukan unsur Melayu, Minang, dan Batak sebagai bahasa pergaulan anak muda sehari-hari.
Pemerintah Kota Sibolga bersama tokoh adat dan agama pun terus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan nilai-nilai toleransi, baik lewat festival kebudayaan multi-etnis maupun keterlibatan pemuda dalam menjaga keamanan bersama saat perayaan hari besar keagamaan.
Menjaga predikat "Negeri Berbilang Kaum" bukanlah slogan semata, melainkan kerja keras yang berkelanjutan. Dengan semangat inklusif, keterbukaan, dan kecakapan digital yang dimiliki oleh generasi muda Kota Sibolga, masa depan toleransi di kota pesisir barat Sumatra Utara ini dipastikan tetap berada di tangan yang aman. Perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekayaan yang menguatkan persatuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....