Rawat Kebhinekaan, Generasi Muda Diajak Kedepankan Dialog Santun
- 14 Jul 2026 10:51 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Keberagaman suku, agama, ras, dan golongan (SARA) di Indonesia merupakan kekayaan yang tak ternilai. Generasi muda diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa. Langkah penting yang harus dilakukan dengan merawat kebhinekaan melalui kebiasaan berdialog secara santun, saling menghargai, dan menjunjung tinggi etika komunikasi.
Perbedaan pandangan sering kali bergeser menjadi gesekan sosial akibat minimnya ruang dialog yang sehat. Media sosial yang seharusnya menjadi jembatan pemersatu sering kali berubah menjadi wadah penyebaran opini instan yang provokatif.
Untuk itu, penting bagi para pendidik dan tokoh masyarakat untuk terus menggaungkan pentingnya kesantunan berbahasa dan berpendapat di kalangan anak muda.
Pendidikan karakter memegang peranan vital dalam membentuk pola pikir generasi Z dan generasi Alfa agar lebih inklusif. Helman Sitinjak, guru muda yang aktif mendampingi tumbuh kembang karakter siswa di sekolah, menekankan kemampuan berdialog secara santun tidak tumbuh secara instan, melainkan harus dilatih sejak dini. Menurut Helman, ruang kelas harus menjadi laboratorium sosial pertama tempat perbedaan pendapat dihargai dan dikelola secara bijak.
"Sebagai generasi penerus, anak muda hari ini memegang kunci keberlanjutan persatuan bangsa. Tantangan terbesar mereka bukan lagi merebut kemerdekaan, melainkan bagaimana menyaring informasi dan merespons perbedaan pendapat di ruang publik maupun digital dengan kepala dingin. Di sinilah pentingnya kita mengajarkan dan mempraktikkan dialog yang santun," ujar Helman Sitinjak, pada program Spada Pro2 RRI Sibolga. Selasa, 14 Juli 2026.
Helman menambahkan perbedaan sebuah keniscayaan yang tidak perlu ditakuti. Hal yang perlu diperbaiki adalah cara mengekspresikan perbedaan tersebut.
"Kita tidak bisa menghindari perbedaan, karena itu identitas asli bangsa kita. Yang perlu kita asah bersama adalah bagaimana anak-anak muda ini mampu menyampaikan argumentasi atau ketidaksetujuan mereka tanpa harus menyerang pribadi orang lain, menghina, atau menyebarkan ujaran kebencian. Dialog santun adalah benteng pertahanan kebinekaan kita," ucapnya dengan optimis.
Untuk mewujudkan iklim komunikasi yang sehat, generasi muda diajak untuk menerapkan tiga prinsip utama dalam berinteraksi yaitu, saring sebelum sharing, memahami sebelum memberikan komentar di media sosial dan mengutamakan solusi.
Dengan konsisten mengedepankan dialog yang santun, kebinekaan Indonesia diharapkan tidak hanya sekadar menjadi slogan atau warisan sejarah, melainkan sebuah realitas hidup yang terus dirawat dan dibanggakan oleh generasi muda masa kini dan masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....