Jangan Tukar Masa Depan Berharga dengan Narkoba

  • 11 Jun 2026 11:25 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga – Masa muda merupakan fase penting untuk membangun fondasi hidup yang gemilang, sehingga menjaganya agar tetap bersih dari jeratan narkoba adalah investasi terbaik demi masa depan yang cerah.

Namun ironisnya, kelompok usia produktif dan remaja justru kerap menjadi target utama peredaran gelap narkotika. Tanpa benteng pertahanan yang kokoh, generasi penerus bangsa berada dalam intaian bahaya yang siap menghancurkan mimpi-mimpi besar mereka.

Banyak remaja terjebak masuk ke dalam lingkaran hitam narkoba karena alasan solidaritas pertemanan, pelarian dari stres, atau sekadar rasa penasaran. Padahal, kesenangan yang ditawarkan narkoba hanyalah ilusi sesaat yang dibayar mahal dengan kehancuran jangka panjang.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Narkotika Nasional (BNN), penyebaran narkoba di kalangan generasi muda kini semakin mengkhawatirkan dengan modus yang kian terselubung. Mulai dari bentuk jajanan, vape liquid, hingga obat-obatan penenang yang dijual bebas secara ilegal di media sosial dan ini diperparah dengan minimnya ruang edukasi dan keterbukaan komunikasi antara anak dan orang tua di rumah.

Pada program Spada – Selamat Pagi Teman Pro2. Kamis, 11 Juni 2026. Host Pro2 RRI Sibolga, Ester menyampaikan, memutus rantai peredaran narkoba di kalangan remaja tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Diperlukan sinergi kuat antara tiga pilar utama menjadi langkah antisipasi bersama.

Dalam lingkungan keluarga, orang tua wajib menjadi pendengar yang baik agar anak tidak mencari pelarian di luar rumah.Institusi Pendidikan, sekolah harus menciptakan ekosistem yang bersih dari narkoba melalui razia rutin dan edukasi berkala dan pada komunitas sebaya, menjadi wadah positif seperti organisasi generasi muda anti narkoba harus terus didukung untuk merangkul remaja yang rentan.

Jika ketiga pilar ini berjalan selaras, ilusi sesaat dari narkoba tidak akan lagi mampu menggoda generasi penerus bangsa. Jangan biarkan rasa penasaran yang keliru menghancurkan mimpi-mimpi besar yang sedang dibangun.

Sementara pada program yang sama di Pro2 RRI Sibolga, Hendra generasi muda anti narkoba menyampaikan, "Kami ingin membuktikan menjadi keren itu dengan menorehkan prestasi dan karya nyata, bukan dengan merusak diri. Menjadi bagian dari Generasi Muda Anti-Narkoba artinya kita berani mengambil kendali penuh atas masa depan kita sendiri," ujarnya.

Perang melawan narkoba tidak bisa dibebankan kepada aparat penegak hukum saja. Peran aktif orang tua dalam membangun komunikasi yang hangat di rumah, serta lingkungan sekolah yang suportif, menjadi faktor penentu agar anak tidak mencari pelarian yang salah.

“Masa depan Anda, karier Anda, dan kebahagiaan orang-orang yang menyayangi Anda terlalu bernilai untuk ditukarkan dengan secuil zat perusak. Mari bergandengan tangan, perkuat benteng diri, dan jadilah bagian dari Generasi Muda Anti-Narkoba demi Indonesia yang lebih maju dan bersinar” lanjut Hendra sembari menutup obrolan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....