Melawan Hoaks dan Radikalisme lewat Kampanye Pesan Damai
- 10 Jun 2026 08:19 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Arus informasi yang berkembang pesat saat ini tidak saja berdampak positif, namun juga memiliki dampak negatif yang dapat mengganggu dan merusak persatuan bangsa, seperti penyebaran hoaks dan penyusupan paham radikalisme.
Menyikapi kondisi ini, gelombang gerakan perlawanan mulai masif disuarakan. Salah satunya melalui strategi kebudayaan baru, yakni Melawan Hoaks dan Radikalisme Lewat Kampanye Pesan Damai.
Kampanye ini digagas sebagai langkah preventif untuk membentengi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi memecah belah yang berseliweran di media sosial.
Gerakan ini menekankan pentingnya literasi digital yang dibalut dengan pendekatan yang humanis dan inklusif. Alih-alih menggunakan narasi yang konfrontatif, kampanye ini justru memanfaatkan konten kreatif seperti infografis, video pendek, hingga podcast untuk menyebarkan nilai-nilai moderasi dan toleransi.
Kesadaran akan pentingnya menjaga ruang digital yang sehat ini,Bobon,gen z yang tergabung dalam komunitas pemuda di kota Sibolga dan Tapanuli Tengah mengatakan, anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton pasif di tengah gempuran hoaks yang bernuansa radikal.
"Kami melihat bagaimana hoaks dan paham radikal itu dikemas sangat rapi, bahkan sering kali memanfaatkan keresahan anak muda. Kalau kita lawan pakai kemarahan, tidak akan selesai. Makanya,kami counter konten negatif itu dengan membanjiri ruang digital lewat pesan damai yang asyik, santun, dan masuk di akal anak muda," ujar Bobon saat acara Spada, Selasa, 9 Juni 2026.
Bobon menambahkan, komunitasnya aktif mengajak anggota dan jaringan pemuda lintas iman untuk melakukan cek fakta dengan cek recek sebelum membagikan informasi apa pun. Langkah kecil ini dinilai efektif untuk memutus rantai penyebaran berita bohong yang berpotensi memicu konflik horizontal.
Melalui pesan damai yang konsisten, diharapkan "virus" perdamaian ini dapat menular lebih cepat daripada penyebaran hoaks itu sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan komunitas kepemudaan menjadi kunci utama untuk memastikan Indonesia tetap aman, damai, dan harmonis di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....