SAATNYA GENERASI MUDA BANGKIT BERKARYA di ERA DIGITAL

  • 20 Mei 2026 19:12 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga — Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan melalui organisasi dan pergerakan fisik, hari ini perjuangan tersebut telah bertransformasi. Pada zaman digital sekarang, kebangkitan nasional dimaknai sebagai momentum untuk menguasai teknologi dan aktif melahirkan karya-karya positif yang berdampak luas.

Peralihan ke dunia digital membuka peluang tanpa batas bagi siapa saja untuk menjadi kreator, inovator, dan penggerak ekonomi kreatif. Semangat bangkit di era digital ini dirasakan langsung oleh para pelaku industri kreatif.

Sukriadi Tanjung, konten kreator yang aktif membagikan karya-karya inspiratif, menilai teknologi saat ini "senjata" terbaik bagi generasi muda untuk membawa perubahan.

"Bagi saya, Hari Kebangkitan Nasional di era digital ini tentang bagaimana kita berhenti menjadi penonton dan mulai menjadi pemain. Dulu pahlawan kita bersatu lewat Boedi Oetomo, sekarang kita bisa bersatu dan berdampak lewat konten, lewat karya digital," demikian dikatakan Sukri Tanjung saat acara Sore Bercerita Pro2 RRI berjaringan korwil 16 - Sibolga, Medan dan Gunung Sitoli. Rabu, 20 Mei 2026.

Sukriadi Tanjung juga pernah meraih juara 1 Duta Muda Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah melalui karya konten kreatif-nya menambahkan, saatnya generasi muda memanfaatkan digital dengan hal yang positif dan membangun.

"Jangan cuma memanfaatkan kuota untuk scrolling tanpa arah. Gunakan gadget di tangan kita untuk bikin sesuatu yang bermanfaat, mengedukasi, atau bahkan membuka lapangan kerja baru. Kebangkitan digital itu dimulai saat kita berani melangkah dan konsisten berkarya," tambahnya.

Kebangkitan digital tentu tidak luput dari tantangan. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat Indonesia dituntut untuk tidak hanya menjadi konsumen yang pasif, tetapi juga menjadi produsen konten yang cerdas dan beretika.

Literasi digital menjadi kunci utama agar semangat kebangkitan ini tidak tergerus oleh hoaks atau konotasi negatif di media sosial.

Pemerintah dan berbagai komunitas kreatif terus mendorong percepatan transformasi digital yang inklusif.

Dengan infrastruktur internet yang semakin merata, peluang untuk bangkit berkarya kini tidak lagi berpusat di kota-kota besar saja, melainkan dari seluruh pelosok nusantara.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional tahun ini menjadi pengingat kuat, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu beradaptasi dengan zaman.

Mengakhiri obrolan Sukriadi mengatakan, sekecil apa pun karya digital yang positif baik itu video edukasi, produk UMKM online, hingga aplikasi solutif merupakan bentuk nyata dari sumbangsih kita untuk kebangkitan Indonesia.

"Kita jadikan ruang digital sebagai panggung karya, bukan ruang sia-sia. Saatnya digitalisasi membawa kita berlari, bukan sekadar memprotes keadaan," kata Sukriadi menutup obrolan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....