Mengenal Ikan Sapu Sapu pada Lingkungan Perairan

  • 21 Mei 2026 16:29 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Invasi ikan sapu-sapu seringkali menjadi pembicaraan karena dampaknya yang merusak keseimbangan ekosistem perairan. Ikan ini dikenal dengan nama ilmiah Hypostomus Plecostomus ini awalnya dipelihara sebagai pembersih akuarium, namun kini banyak ditemukan di sungai dan danau setelah dilepas ke alam liar.

Daya Emu setiawan seorang Dosen Ekologi Perairan pada program acara Spada, Pro 2 RRI Sibolga pada Selasa, 19 Mei 2026 menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu memiliki kemampuan yang sangat tinggi. "Mereka ini bisa tahan di air yang kasar oksigennya rendah, kembang biak nya pun cepat jadi spesies lokal lain sulit bersaing" Jelasnya.

Selain itu, ikan sapu-sapu juga merusak habitat alami dengan kebiasaan menggali dasar perairan untuk membuat sarang. Aktivitas ini menyebabkan erosi tepian sungai dan meningkatkan kekeruhan air dan kebanyakan memang hal ini jarang diketahui oleh masyarakat.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mengganggu proses fotosintesis tumbuhan air serta mengurangi kualitas air bagi organisme lain. Menurutnya, dampak lain yang jarang disadari masyarakat adalah perubahan rantai makanan pada ekosistem air.

"Ikan sapu-sapu memakan alga dalam jumlah besar, padahal alga ini sumber makanan untuk ikan lokal lain juga, saat alga turun drastis, pastinya juga populasi ikan ikut terancam" Ujarnya. Bahkan, ia menambahkan bahwa ikan sapu dapat berdampak pada sektor ekonomi masyarakat sekitar.

"Nelayan juga mengeluh hasil tangkapan menurun karena ya jaring itu penuh sama ikan sapu-sapu yang tidak punya nilai jual tinggi" Katanya. Tidak hanya itu, hal menarik yang tidak diketahui oleh orang awam yaitu ikan sapu-sapu mampu bernapas langsung dari udara menggunakan organ khusus pada lambungnya.

Selain itu, ikan ini memiliki lapisan tubuh keras seperti perisai sehingga membuat spesies ini sulit dimangsa oleh predator alami. Oleh karena itu, kemampuan ini memungkinkan ikan sapu-sapu bertahan hidup di perairan tercemar.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melepas ikan peliharaan ke alam bebas tanpa pertimbangan karena kita tak mengetahui dampaknya bagi ekosistem air. Edukasi dan pengelolaan yang tepat diperlukan untuk mengendalikan penyebaran ikan sapu-sapu karena invasi spesies ini dikhawatirkan akan terus merusak ekosistem perairan dan mengancam keanekaragaman hayati lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....