Sampah Pemicu Utama Bencana Lingkungan dan Krisis Kesehatan
- 13 Mei 2026 14:20 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Permasalahan sampah masih menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat. Tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik disebut sebagai salah satu penyebab utama terjadinya bencana lingkungan buatan manusia, mulai dari banjir, pencemaran air, hingga polusi udara yang berdampak pada kesehatan masyarakat.
Damai Mendrofa, Penggiat Lingkungan Hidup Sibolga -Tapanuli Tengah, saat Ngobras Pro 1, Selasa, 12 Mei 2026 mengatakan persoalan sampah tidak bisa lagi dianggap sepele karena dampaknya semakin meluas dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan sosial maupun kesehatan masyarakat.
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi faktor utama tersumbatnya saluran drainase dan aliran sungai. Kondisi tersebut menyebabkan air meluap ketika curah hujan tinggi dan akhirnya memicu banjir disejumlah wilayah permukiman.
“Sampah jadi penyebab utama bencana lingkungan buatan manusia, terutama banjir dan polusi. Tumpukan sampah yang menyumbat saluran air maupun sungai menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir diberbagai daerah,” kata Damai.
| Baca juga: Eco Mandiri, Sampah Jadi Manfaat |
Ia juga menjelaskan, selain menyebabkan banjir, sampah juga memicu pencemaran lingkungan yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Pembakaran sampah secara sembarangan, misalnya, menghasilkan asap berbahaya yang mengandung zat beracun dan dapat mengganggu sistem pernapasan.
Menurut Damai, polusi udara akibat pembakaran sampah dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, asma, hingga gangguan kesehatan lainnya, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia. “Tidak hanya itu, sampah juga sering menjadi bencana kedua setelah terjadinya bencana alam seperti banjir atau tanah longsor. Banyaknya timbunan sampah pascabencana dapat memperburuk kondisi lingkungan dan menghambat proses pemulihan masyarakat terdampak.”
Karena itu, ia menilai penanganan sampah harus dilakukan secara serius dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga rumah tangga. Edukasi tentang pengelolaan sampah, pemilahan sampah organik dan anorganik, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak lingkungan.
Damai juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun drainase. Menurutnya, perubahan kecil dari masyarakat dapat memberikan dampak besar dalam mencegah terjadinya bencana lingkungan di masa mendatang. “Kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. Jika sampah dikelola dengan baik, maka risiko banjir, polusi, dan berbagai masalah kesehatan dapat diminimalkan,” tutup Damai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....