Pasar Preloved Menggerakkan Ekonomi Kreatif

  • 18 Apr 2026 13:00 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Perkembangan pasar barang bekas layak pakai atau preloved kini tidak hanya menjadi gaya hidup belanja hemat, tetapi juga menjadi ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi kreatif. Berbagai platform digital hingga bazar komunitas turut mendorong masyarakat untuk memanfaatkan barang yang masih bernilai guna menjadi sumber pendapatan tambahan.

Hal ini disampaikan Roy seorang pelaku bisnis preloved pada program acara Santai Siang, Pro 2 RRI Sibolga pada Sabtu, 18 April 2026. Sekarang terlihat dari semakin banyaknya pelaku usaha kecil yang menjual kembali pakaian, tas, sepatu, hingga aksesoris bekas berkualitas.

Roy menjelaskan tidak sedikit di antara mereka yang mengemas produknya secara kreatif, mulai dari teknik kurasi barang, fotografi produk, hingga strategi pemasaran digital yang menarik minat pembeli. Ia menilai pasar preloved menjadi salah satu bentuk adaptasi masyarakat terhadap peluang ekonomi di era digital.

Aktivitas jual beli barang bekas kini telah berkembang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi kreatif yang melibatkan berbagai keterampilan.

"Pasar preloved sekarang gak bisa disebut barang bekas aja, banyak penjual biasanya diolah lagi secara kreatif, dari visual, seleksi barang sampai ke promosi, seperti ekonomi kreatif" Ujar Roy.

Kreativitas pebisnis biasanya terlihat dari cara mereka memberikan nilai tambah pada produk. Beberapa penjual bahkan melakukan rebranding, perbaikan, atau mix and match gaya sehingga barang yang dijual memiliki daya tarik baru di mata pembeli.

"Saat orang dapat mengemas barang lama jadi produk menarik itu bisa aja proses kreatif, nilai jualnya pun meningkat karena ada sentuhan ide dan konsep" Jelasnya. Dari kegiatan tersebut, muncul berbagai profesi baru seperti kurator barang bekas, fotografer produk, hingga pengelola toko daring.

Dengan memanfaatkan kreativitas dan teknologi digital, pasar preloved memiliki potensi untuk terus berkembang sebagai bagian dari ekonomi kreatif. Selain memberikan peluang usaha, aktivitas ini juga mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola barang dan menciptakan nilai ekonomi dari sesuatu yang sebelumnya dianggap tak terpakai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....