FIFA Tuduh UEFA Sebarkan Misinformasi jelang Pemilihan Presiden
- 29 Sep 2026 21:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- FIFA menuduh UEFA menyebarkan informasi menyesatkan terkait rencana FIFA Forward Enterprise (FFE)
- UEFA mempersoalkan proses pengembangan FFE serta valuasi perusahaan yang mencapai 20 miliar dolar AS.
- FIFA mengaitkan langkah hukum UEFA dengan pemilihan presiden FIFA pada Maret mendatang.
RRI.CO.ID, Jakarta – FIFA menuduh UEFA telah menyebarkan informasi menyesatkan terkait rencana investasi yang melibatkan perusahaan komersialnya. FIFA juga menilai langkah hukum UEFA berupaya memengaruhi pemilihan presiden FIFA yang akan berlangsung pada Maret 2027.
Dilansir dari Reuters, FIFA menyampaikan tudingan tersebut dalam dokumen pengadilan federal Amerika Serikat pada Selasa, 29 September 2026. Dokumen itu menjadi tanggapan atas permohonan UEFA untuk memperoleh kesaksian dan dokumen dari FIFA.
UEFA mengajukan permohonan tersebut terkait rencana laporan pidana terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, di Swiss. Laporan itu berkaitan dengan rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise atau FFE yang kini telah dihentikan.
FIFA menyebut tuduhan UEFA terhadap Infantino tidak memiliki dasar dan berisi sejumlah pernyataan keliru. Federasi sepak bola internasional tersebut menegaskan rencana FFE sebelumnya tetap membutuhkan persetujuan asosiasi anggota serta Dewan FIFA.
“UEFA menyatakan tanpa dasar bahwa Infantino berupaya memperoleh keuntungan pribadi dari rencana FFE. Rencana FFE harus mendapat persetujuan asosiasi anggota FIFA dan Dewan FIFA, serta berada di bawah pengawasan keduanya,” kata FIFA dalam dokumen pengadilan.
UEFA sebelumnya menuding Infantino mengembangkan rencana FFE tersebut secara tertutup bersama sejumlah penasihat dan investor. UEFA menyebut proses itu mengabaikan mekanisme tata kelola FIFA serta tidak melibatkan Dewan FIFA dan konfederasi regional.
Dalam dokumen hukumnya, UEFA juga menyebut investor akan membayar 4,2 miliar dolar AS untuk kepemilikan FFE. Menurut UEFA, nilai perusahaan sekitar 20 miliar dolar AS tersebut terlalu rendah dibandingkan dengan nilai hak komersial FIFA.
FIFA membantah penilaian tersebut dengan membedakan nilai ekuitas dan nilai perusahaan. FIFA menyatakan nilai ekuitas FFE mencapai 20 miliar dolar AS, sedangkan nilai perusahaan secara keseluruhan melebihi 30 miliar dolar AS.
Rencana FFE akhirnya dihentikan pada Juli 2026 setelah mendapat penolakan dari UEFA, CONCACAF, dan Konfederasi Sepak Bola Asia. Perselisihan tersebut kemudian mendorong tuntutan perubahan terhadap tata kelola FIFA.
Menjelang pemilihan presiden FIFA, Infantino mengusulkan peninjauan independen terhadap proses pengambilan keputusan organisasi tersebut. FIFA kemudian menilai permohonan hukum UEFA sebagai upaya menyebarkan informasi menyesatkan dan memengaruhi pemilihan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....