Infantino Usulkan Evaluasi Independen Soal Tata Kelola FIFA
- 22 Sep 2026 09:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengusulkan evaluasi independen untuk memperkuat tata kelola dan pengambilan keputusan FIFA.
- Usulan reformasi muncul setelah Fifa Forward Enterprise (FFE) gagal akibat penolakan terhadap rencana investasi swasta.
- Infantino tetap berkomitmen untuk memimpin FIFA dan akan menjajaki sumber pendanaan berkelanjutan bagi seluruh asosiasi anggota.
RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino, mengusulkan evaluasi independen terhadap tata kelola organisasi tersebut. Ia juga membuka peluang reformasi untuk memperkuat transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas di tengah polemik rencana investasi swasta FIFA.
Dilansir dari BBC, Infantino mengusulkan peninjauan independen tersebut dalam surat kepada anggota Dewan FIFA dan seluruh asosiasi nasional. Proses tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi untuk menyempurnakan sistem kerja dan tata kelola FIFA.
Menjelang rapat Dewan FIFA bulan Oktober, Infantino juga mengusulkan konsultasi mengenai penguatan proses pengambilan keputusan. Pembahasan mencakup peran presiden serta langkah konkret meningkatkan transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas dalam inisiatif strategis.
Usulan ini muncul setelah Infantino menghadapi tekanan akibat gagalnya rencana Fifa Forward Enterprise (FFE). Rencana tersebut mencakup penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia dan kompetisi FIFA kepada investor swasta, sehingga memicu penolakan.
Infantino menyebut telah meluangkan waktu untuk mendengarkan berbagai pihak sebelum menyampaikan usulan tersebut. “Dalam beberapa pekan terakhir, saya meluangkan waktu untuk mendengarkan sebelum menulis surat ini,” kata Infantino dalam suratnya, dikutip dari BBC.
Ia menegaskan, rencana FFE tidak bertujuan menyerahkan kendali FIFA atau kewenangan atas keputusan olahraga kepada pihak lain. “Proses demokratis, independensi, dan kewenangan olahraga tidak pernah diperjualbelikan, tidak akan diperjualbelikan, dan tidak akan pernah dijual,” ujarnya menegaskan.
Infantino mengakui, pengumuman FFE sebelum proses kelembagaan FIFA rampung telah menimbulkan kekhawatiran. “Saya menyadari, tanpa konteks lengkap, hal ini menimbulkan kekhawatiran dan kesan bahwa keputusan telah diambil, padahal belum,” katanya.
FFE dirancang melalui pembentukan perusahaan baru untuk mengelola hak komersial dan tiket seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia. Sebanyak 21 persen saham perusahaan tersebut direncanakan dijual kepada perusahaan investasi swasta.
Di tengah polemik tersebut, UEFA dan Concacaf meminta FIFA membagikan 10 juta dolar AS kepada masing-masing 211 anggota. Sementara itu, Ketua Football Association Debbie Hewitt sebelumnya meminta Infantino membuka seluruh dokumen terkait rencana FFE.
UEFA juga mulai menyiapkan proses hukum pidana terhadap Infantino di pengadilan Amerika Serikat terkait rencana tersebut. FIFA membalas langkah itu dengan menuding UEFA menjalankan kampanye pencemaran nama baik terhadap organisasi dan pimpinannya.
Meski FFE gagal, Infantino menegaskan komitmennya untuk meningkatkan investasi FIFA dalam pengembangan sepak bola. Ia juga menyatakan tetap berkomitmen untuk memimpin FIFA dan akan menjajaki sumber pendanaan berkelanjutan bagi seluruh asosiasi anggota.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....