Menatap FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia Bidik Prestasi Maksimal
- 11 Agt 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Timnas Indonesia menatap FIFA ASEAN Cup 2026 dengan target meraih prestasi maksimal sebagai tuan rumah.
- Turnamen ini menjadi kesempatan Garuda memperbaiki peringkat FIFA sekaligus bangkit setelah gagal di Piala AFF.
- Pengamat sepak bola Estu Santoso menilai Indonesia berpeluang tampil dengan kekuatan penuh karena turnamen masuk kalender FIFA.
RRI.CO.ID, Jakarta - Timnas Indonesia menatap FIFA ASEAN Cup 2026 dengan ambisi meraih prestasi maksimal sebagai tuan rumah. Turnamen perdana tersebut sekaligus menjadi kesempatan Garuda memperbaiki peringkat FIFA dan melupakan kekecewaan di Piala AFF.
Pengamat sepak bola, Estu Santoso, menilai FIFA ASEAN Cup memiliki arti penting bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Menurutnya, perjalanan jauh Indonesia di turnamen tersebut berpotensi mendongkrak posisi Garuda dalam peringkat FIFA.
"Kalau kita melaju jauh, poin kita bertambah cukup signifikan di rangking FIFA,” kata Estu Santoso, Selasa, 11 Agustus 2026. Ia menyebut Indonesia saat ini masih berada di bawah Thailand dan Vietnam dalam peta kekuatan Asia Tenggara.
FIFA ASEAN Cup juga menjadi sejarah baru karena turnamen regional tersebut digagas langsung oleh FIFA. Konsep serupa sebelumnya diterapkan melalui FIFA Arab Cup untuk memperkuat kompetisi antarnegara kawasan Arab.
"Ini sejarah baru untuk turnamen regional yang dibuat FIFA," ujar Estu. Ia menilai FIFA ASEAN Cup dapat menghidupkan kembali persaingan sepak bola antarnegara di kawasan Asia Tenggara.
FIFA ASEAN Cup dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 4 Oktober 2026. Turnamen tersebut masuk kalender resmi FIFA, sehingga setiap negara berpeluang menurunkan skuat terbaiknya.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memastikan Indonesia dapat memanggil pemain yang berkarier bersama klub luar negeri. Kondisi tersebut membuat pemain seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, dan Justin Hubner berpeluang memperkuat Garuda.
"Karena ini di kalender FIFA, kita bisa memberikan tim terbaik yang kita punya," kata Erick. Ia berharap kehadiran pemain terbaik membuat Indonesia mampu meraih hasil maksimal dalam edisi perdana tersebut.
Indonesia tergabung di Grup A Premier Division bersama Malaysia, Singapura, dan India yang masih menunggu konfirmasi keikutsertaan. Sedangkan Grup B dihuni Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.
Premier Division akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat Bandung. Indonesia menjadi tuan rumah sekaligus mendapat kesempatan menguji kekuatan menghadapi sejumlah rival regional.
Estu mengingatkan status tuan rumah tidak otomatis menjamin Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup. Ia mencontohkan kekalahan Indonesia dari Vietnam di Bogor pada Piala AFF sebagai pelajaran penting.
"Tuan rumah bukan berarti mudah untuk jadi juara, tapi kita bisa menjadi juara," kata Estu. Menurutnya, Indonesia harus tetap realistis dan menjadikan turnamen tersebut sebagai momentum kebangkitan.
Estu juga meminta PSSI mengevaluasi kegagalan Indonesia pada Piala AFF secara menyeluruh. Evaluasi tersebut harus melibatkan PSSI, operator liga, badan tim nasional, pelatih, hingga para pemain.
"Kalau kemarin (di Piala AFF) gagal, itu bukan kegagalan satu atau dua pemain, tetapi secara unit kita gagal," ujar Estu. Menurutnya, seluruh elemen sepak bola nasional harus bergerak bersama memperbaiki kekurangan sebelum turnamen dimulai.
Dari sisi penyelenggaraan, Estu meminta kesiapan stadion dan lapangan latihan dipastikan sejak jauh-jauh hari. Selain itu, distribusi tiket serta fasilitas bagi tim peserta juga harus dikelola secara profesional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....