Kusnaeni: 'Blueprint' Sepak Bola Harus Konsisten demi Prestasi Jangka Panjang

  • 06 Agt 2026 20:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pengamat sepak bola M. Kusnaeni menilai blueprint harus menjadi peta jalan pembinaan yang dijalankan secara konsisten demi prestasi jangka panjang.
  • Kusnaeni menegaskan PSSI bertanggung jawab mengawal pelaksanaan blueprint, sementara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menjadi pendukung.
  • Menurut Kusnaeni, blueprint yang hanya berhenti sebagai dokumen akan membuat pembinaan terus diulang dari awal dan menghambat prestasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengamat sepak bola, M. Kusnaeni, menilai Indonesia membutuhkan blueprint yang dijalankan secara konsisten. Menurutnya, prestasi sepak bola hanya lahir melalui proses pembinaan jangka panjang.

"Tidak bisa latihan hari ini, terus besok juara. Prestasi itu mungkin akan terjadi 20 tahun kemudian," kata Kusnaeni, kepada Pro 3 RRI, Selasa, 4 Agustus 2026.

Ia mengingatkan blueprint pernah disusun pada masa pemerintahan sebelumnya. Namun, dokumen itu kerap ditinggalkan ketika terjadi pergantian kepengurusan.

Menurut Kusnaeni, tantangan terbesar adalah menjaga komitmen menjalankan proses pembinaan. "Blueprint hanya lahir sebagai konsep, tapi pelaksanaannya berbeda," ujarnya.

Ia menegaskan PSSI menjadi penanggung jawab utama ekosistem sepak bola nasional. Pemerintah, swasta, masyarakat, dan BUMN berperan sebagai pendukung keberhasilan pembinaan.

"Kita tidak bisa menyalahkan pihak lain karena PSSI sebagai penggerak ekosistem," kata Kusnaeni. Menurutnya, keberhasilan bergantung pada kepemimpinan organisasi tersebut.

Ia juga meminta blueprint melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Pembinaan sepak bola, lanjutnya, membutuhkan investasi besar yang hasilnya baru terlihat pada masa depan.

Kusnaeni menilai dukungan pemerintah menjadi momentum memperkuat ekosistem sepak bola nasional. "Jangan cuma berhenti di atas kertas," ujarnya.

Ia memperingatkan blueprint yang gagal dijalankan akan menghambat prestasi nasional. Setiap pergantian kepengurusan, menurutnya, berpotensi mengulang pembinaan dari awal.

"Prestasi itu butuh waktu 12 sampai 20 tahun," ujar Kusnaeni. Ia berharap blueprint dijalankan serius tanpa terhenti oleh perubahan kepemimpinan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan PSSI untuk menyusun blueprint demi arah sepak bola berkelanjutan. Prabowo menyebut sepak bola identik dengan martabat Indonesia di mata dunia.

“Karena itu membangun sepak bola tidak hanya mengejar kemenangan. Tapi juga ikhtiar menjaga martabat di mata dunia dan warisan untuk masa mendatang,” kata Prabowo dalam pidato yang dibacakan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, saat Kongres Biasa PSSI, Senin, 3 Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....