Benarkah Claudio Tapia Ditahan Agen Federal Amerika Serikat? Ini Jawaban AFA

  • 23 Jul 2026 11:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Argentina membantah, kabar yang menyebut Presiden AFA Claudio Tapia dan Bendahara AFA Pablo Toviggino ditahan oleh agen federal Amerika Serikat.
  • Bantahan itu disampaikan, setelah muncul berbagai laporan yang mengaitkan pimpinan AFA dengan penyelidikan hukum di Negeri Paman Sam. Menurut AFA, informasi yang beredar telah menyesatkan dan tidak sesuai dengan fakta.
  • Dokumen yang dirujuk oleh berbagai media bukanlah surat panggilan yang ditujukan kepada Presiden AFA, Claudio Tapia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Argentina membantah, kabar yang menyebut Presiden AFA, Claudio Tapia dan Bendahara AFA, Pablo Toviggino ditahan oleh agen federal Amerika Serikat. AFA memastikan, tidak ada penyitaan ponsel maupun perangkat elektronik milik Tapia dan Toviggino tersebut.

Bantahan itu disampaikan, setelah muncul berbagai laporan yang mengaitkan pimpinan AFA dengan penyelidikan hukum di Negeri Paman Sam. Menurut AFA, informasi yang beredar telah menyesatkan dan tidak sesuai dengan fakta.

Melansir media Argentina, Infobae melaporkan, Tapia dan Toviggino sempat dihentikan agen federal di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York. Insiden itu, disebut terjadi Senin, 20 Juli 2026 pagi, sesaat sebelum keduanya bertolak meninggalkan Amerika Serikat usai final Piala Dunia.

Dalam laporan tersebut, disebutkan aparat meminta perangkat elektronik milik Tapia dan melakukan pemeriksaan terhadap kedua pejabat AFA. Namun, federasi AFA menegaskan narasi tersebut tidak benar.

AFA menjelaskan, dokumen hukum yang ramai diberitakan sebenarnya tidak ditujukan kepada Tapia maupun Toviggino. Menurut AFA, proses hukum berlangsung hanya berkaitan dengan pihak ketiga yang diminta menyerahkan sejumlah dokumen kepada grand jury di Amerika Serikat.

"Dokumen yang dirujuk oleh berbagai media bukanlah surat panggilan yang ditujukan kepada Presiden AFA, Claudio Tapia. Maupun Bendahara lembaga tersebut, Pablo Toviggino," kata AFA dalam keterangan resminya, Kamis, 23 Juli 2026.

AFA juga membantah, tuduhan kedua pejabatnya diwajibkan memberikan kesaksian kepada otoritas Amerika Serikat. "Klaim Claudio Tapia atau Pablo Toviggino telah dipanggil untuk bersaksi oleh sistem peradilan Amerika Serikat adalah sepenuhnya tidak benar," ucap AFA.

Di sisi lain, penyelidikan yang dilakukan otoritas Amerika Serikat dikabarkan masih terus berjalan. Investigasi tersebut disebut berfokus pada kontrak-komersial AFA dengan nilai lebih dari 300 juta dolar AS.

Penyelidikan itu, merupakan bagian dari pengawasan yang lebih luas terhadap aktivitas keuangan sepak bola Argentina. Sebelumnya, kasus tersebut juga dikaitkan dengan penggeledahan yang dilakukan dalam penyelidikan dugaan tindak pidana pencucian uang pada Desember lalu.

Meski demikian, AFA menegaskan, Tapia dan Toviggino tidak dikenai tindakan hukum apa pun. Federasi memastikan, tidak ada kewajiban hukum yang mengharuskan keduanya hadir di hadapan pengadilan ataupun menyerahkan barang pribadi.

"Dokumen yang dimaksud tidak memberlakukan tindakan pribadi apa pun terhadap Presiden AFA atau Bendaharanya, tidak memerintahkan mereka untuk hadir. Tidak memberlakukan kewajiban prosedural apa pun terhadap mereka, dan tidak mencatat penyitaan atau perampasan harta benda milik mereka," ujar AFA.

AFA juga menyatakan, siap mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap menyebarkan informasi tidak benar mengenai kasus tersebut. Sementara itu, operasional federasi akan tetap berjalan normal sambil mengikuti setiap proses hukum yang hanya ditujukan kepada pihak ketiga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....