Prancis Tumbang 0-2, Mbappé Ungkap Biang Kerok Kekalahan Les Blues dari Spanyol

  • 15 Jul 2026 07:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemain bintang Les Bleus, Kylian Mbappé mengakui, Timnas Prancis gagal menjalankan strategi saat kalah 0-2 dari Spanyol. Kekalahan 0-2 dari La Roja, Mbappé juga mengaku, seperti menelan pil yang sangat pahit di laga semifinal Pildun 2026.
  • Selaku Kapten Les Bleus, Mbappé mengungkap, biang kerok penyebab kekalahan Prancis melawan Spanyol. Biang kerok penyebab kekalahan Prancis atas Spanyol, karena gagal mengeksekusi strategi dari sang pelatih, Didier Deschamps.
  • Kami tidak menjalankan rencana yang telah kami susun untuk pertandingan ini, baik dari segi taktik maupun teknis. Bahkan dari segi performa keseluruhan yang kami tunjukkan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemain bintang Les Bleus, Kylian Mbappé mengakui, Timnas Prancis gagal menjalankan strategi saat kalah 0-2 dari Spanyol. Kekalahan 0-2 dari La Roja, Mbappé juga mengaku, seperti menelan pil yang sangat pahit di laga semifinal Piala Dunia 2026.

Selaku Kapten Les Bleus, Mbappé mengungkap, biang kerok penyebab kekalahan Prancis melawan Spanyol. Biang kerok penyebab kekalahan Prancis atas Spanyol, karena gagal mengeksekusi strategi dari sang pelatih, Didier Deschamps.

"Kami tidak menjalankan rencana yang telah kami susun untuk pertandingan ini, baik dari segi taktik maupun teknis. Bahkan dari segi performa keseluruhan yang kami tunjukkan," kata Mbappé dalam keterangannya seperti dilansir Surat Kabar AS, Rabu, 15 Juli 2026.

Mbappé menegaskan, sebuah tim tidak akan memenangkan laga besar jika gagal menjalankan tugasnya di lapangan. "Ketika Anda tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan di semifinal Piala Dunia, Anda tidak akan menang," ucap Mbappé.

Menurut Mbappé, Spanyol tampil konsisten dengan identitas permainan yang mengandalkan penguasaan bola. La Roja mampu mengontrol ritme pertandingan sehingga Prancis kesulitan mengembangkan permainan sejak menit awal.

Prancis, menurut Mbappé, sebenarnya berencana menekan Spanyol di area pertahanan lawan agar tidak leluasa membangun serangan. Namun, strategi tersebut gagal berjalan karena banyak kesalahan teknis dan buruknya eksekusi para pemain.

"Kami ingin menekan mereka di wilayah mereka sendiri agar tidak bisa menentukan ritme pertandingan. Tetapi kami tidak berhasil melakukannya, kami melakukan banyak kesalahan teknis dan tidak tahu cara mengancam mereka," ujar Mbappé.

Ia juga menyoroti, lemahnya koordinasi lini tengah Prancis sepanjang pertandingan melawan La Roja. Menurutnya, Fabian Ruiz dan Rodri terlalu bebas menguasai bola sehingga Spanyol dengan mudah membangun serangan.

"Fabian Ruiz dan Rodri mendapat banyak waktu untuk membangun serangan. Dan, ada masalah komunikasi selama proses menekan," kata Mbappé.

Ia menambahkan, Prancis seharusnya lebih berani memainkan duel satu lawan satu dengan Spanyol. Dengan tujuan, memaksa para pemain Spanyol keluar dari zona nyaman mereka.

Mbappé mengakui, kualitas umpan pertama dan sentuhan awal para pemain Prancis juga jauh dari harapan. Kondisi itu membuat Les Bleus gagal memanfaatkan momen ketika berhasil merebut kembali penguasaan bola.

Ia merasa tidak mampu, menyembunyikan rasa kecewanya setelah mimpi tampil di final Piala Dunia harus berakhir. Ia menyebut seluruh tim sangat terpukul karena gagal memberikan kesempatan kepada negaranya untuk menciptakan sejarah.

"Saya merasa sangat kecewa. Impian kami adalah mencapai final dan memberi negara kami kesempatan untuk bermimpi serta menciptakan sejarah," kata Mbappé.

Meski demikian, Mbappé meminta seluruh tim segera bangkit dan menatap tantangan berikutnya. "Ada kekecewaan yang sangat besar, kami perlu memulihkan diri, beristirahat sejenak selama liburan, lalu melangkah maju," ucap Mbappé.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....