Fuente Ungkap Filosofi Baru yang Bikin Spanyol Bersinar di Piala Dunia 2026

  • 14 Jul 2026 11:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente mengungkapkan, filosofi baru yang membuat La Roja tampil bagus di Piala Dunia 2026.
  • Salah satu keputusan yang paling banyak dibicarakan terjadi setelah kemenangan atas Belgia. Saat itu, Fuente menarik keluar Pedri dan memasukkan Fabian Ruiz, keputusan yang sempat memicu perdebatan.
  • Kami ingin memberikan dimensi yang berbeda kepada tim melalui Fabian. Ini adalah kerja kolektif dan bukan soal siapa yang paling sering bermain

RRI.CO.ID, Jakarta - Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente mengungkapkan, filosofi baru yang membuat La Roja tampil bagus di Piala Dunia 2026. Pendekatan yang dilakukan Fuente, yakni dirinya tidak ragu mengubah susunan pemain dan strategi Spanyol di setiap pertandingan.

Di tengah tren pelatih yang mempertahankan komposisi inti selama turnamen besar, Fuente justru memilih melakukan rotasi. Keputusan-keputusan taktisnya, dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan Spanyol bersaing di level tertinggi.

Melansir laporan AS (media Spanyol), Fuente hanya sekali mempertahankan susunan pemain yang sama dalam dua pertandingan beruntun. Selebihnya, ia terus melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan lawan dan kondisi pemain.

Salah satu keputusan yang paling banyak dibicarakan terjadi setelah kemenangan atas Belgia. Saat itu, Fuente menarik keluar Pedri dan memasukkan Fabian Ruiz, keputusan yang sempat memicu perdebatan.

Namun, sang pelatih menegaskan, semua keputusan diambil demi kepentingan tim. "Yang terpenting adalah tim, setiap pemain memiliki perannya masing-masing dalam pertandingan," kata Fuente dalam keterangannya seperti dilansir laman AS, Selasa, 14 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pergantian Pedri dilakukan untuk menghadirkan energi baru di lini tengah. Menurutnya, Fabian Ruiz memiliki karakter permainan yang sesuai dengan kebutuhan pertandingan saat itu.

"Kami ingin memberikan dimensi yang berbeda kepada tim melalui Fabian. Ini adalah kerja kolektif dan bukan soal siapa yang paling sering bermain," ucap Fuente.

Pendekatan tersebut membuat banyak media Spanyol menjuluki filosofi baru sang pelatih sebagai 'De la Fuente 2.0'. Julukan itu menggambarkan perubahan besar dibandingkan pendekatannya saat membawa Spanyol menjuarai Euro 2024.

Pada ajang Euro, Fuente dikenal sangat jarang mengubah komposisi pemain. Pergantian yang dilakukan sebagian besar terjadi karena hukuman akumulasi kartu atau cedera pemain.

Sebaliknya, di Piala Dunia 2026 ia tampil jauh lebih fleksibel. Sejak fase awal turnamen, kondisi fisik beberapa pemain seperti Lamine Yamal dan Nico Williams membuatnya berani mengubah strategi.

Usai hasil yang kurang memuaskan pada laga awal, Fuente langsung melakukan empat perubahan sekaligus dalam susunan pemain. Selain memasukkan Lamine Yamal sebagai starter, ia juga memainkan Pedro Porro, Alex Baena, dan Dani Olmo.

Keputusan mencadangkan Fabian Ruiz demi memberi kesempatan kepada Dani Olmo menjadi salah satu langkah paling berani. Meski Fabian tampil impresif sebelumnya, Fuente menilai pertandingan membutuhkan karakter permainan yang berbeda.

Strategi serupa kembali diterapkan saat menghadapi Uruguay. Kali ini, Fabian Ruiz kembali dicadangkan dan digantikan Mikel Merino untuk memperkuat duel fisik di lini tengah.

Langkah tersebut terbukti efektif. Spanyol berhasil mengatasi permainan keras Uruguay dan meraih kemenangan berkat gol Alex Baena. Ketika menghadapi Austria, Fuente kembali menggunakan komposisi pemain yang sukses menghancurkan Arab Saudi 3-0.

Meski sempat mempertahankan susunan pemain saat menghadapi Portugal, Fuente kembali membuat kejutan ketika melawan Belgia. Ia memilih memainkan Fabian Ruiz sejak awal menggantikan Pedri.

Keputusan itu kembali membuahkan hasil positif. Fabian Ruiz langsung mencetak gol pembuka dan menjadi salah satu pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.

Keberhasilan tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa setiap rotasi yang dilakukan Fuente bukan sekadar eksperimen. Semua keputusan diambil berdasarkan analisis mendalam terhadap karakter lawan dan kebutuhan tim.

Filosofi tersebut menjadi salah satu alasan utama La Roja mampu melangkah hingga semifinal. Bagi Fuente, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh sebelas pemain inti, tetapi oleh kontribusi seluruh anggota skuad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....