Pilih Spanyol daripada Prancis, Laporte Akhirnya Blak-Blakan Soal Naturalisasi
- 13 Jul 2026 09:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bek Timnas Spanyol, Aymeric Laporte akhirnya berani blak-blakan, terkait naturalisasi yang membuatnya yakin berlabuh di La Roja. Ia membeberkan, alasan lebih memilih memperkuat Spanyol daripada Timnas Prancis di Piala Dunia 2026.
- Menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Prancis, Laporte menegaskan, tidak pernah menyesali keputusan tersebut. Pernyataan tegas Laporte itu, diungkapkannya saat sesi wawancara bersama program La Tribuna di Radio Marca.
- Itu adalah masa yang sulit bagi saya. Tetapi saya telah mengambil keputusan dan saya sangat bahagia dengan itu
RRI.CO.ID, Jakarta - Bek Timnas Spanyol, Aymeric Laporte akhirnya berani blak-blakan, terkait naturalisasi yang membuatnya yakin berlabuh di La Roja. Ia membeberkan, alasan lebih memilih memperkuat Spanyol daripada Timnas Prancis di Piala Dunia 2026.
Menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Prancis, Laporte menegaskan, tidak pernah menyesali keputusan tersebut. Pernyataan tegas Laporte itu, diungkapkannya saat sesi wawancara bersama program La Tribuna di Radio Marca.
Laporte mengakui, proses naturalisasi ke Spanyol sempat memicu banyak perdebatan. Meski demikian, ia memastikan keputusan tersebut merupakan pilihan terbaik dalam hidupnya.
"Itu adalah masa yang sulit bagi saya. Tetapi saya telah mengambil keputusan dan saya sangat bahagia dengan itu," kata Laporte dalam keterangannya seperti dilansir Radio Marca, Senin, 13 Juli 2026.
Pemain berusia 32 tahun itu mengatakan, proses naturalisasi yang dialaminya mendapat perhatian media jauh lebih besar. Padahal, menurutnya, banyak mantan rekan setimnya di kelompok usia Timnas Prancis yang akhirnya juga memilih membela negara lain.
"Saya bermain bersama sekitar 22 atau 23 pemain di tim muda Prancis yang kemudian membela negara lain. Namun, kasus mereka tidak mendapat sorotan sebesar yang saya alami," ucap Laporte.
Tidak hanya itu, Laporte juga buka suara, mengenai performanya bersama Timnas Spanyol. Ia merasa gaya bermain La Roja sangat sesuai dengan karakter permainannya sebagai bek tengah.
"Gaya permainan yang kami terapkan di sini adalah yang membuat saya merasa paling nyaman. Di sinilah saya merasa bisa memberikan kemampuan terbaik," ujar Laporte.
Selain membahas sepak bola di lapangan, Laporte pun menyinggung, adanya kepentingan lain dalam industri sepak bola modern. Menurutnya, perhatian media terhadap pemain tertentu tidak selalu didasarkan pada faktor performa.
"Tentu saja ada kepentingan lain di dunia sepak bola. Saya mengetahui hal itu dari sumber yang terpercaya," kata Laporte.
Ia bahkan menceritakan, pengalaman pribadinya dengan sebuah majalah olahraga. Laporte mengaku, pernah diberi tahu bahwa dirinya tidak masuk dalam tim terbaik pilihan media tersebut karena alasan di luar aspek teknis.
"Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya tidak masuk dalam susunan pemain terbaik karena saya tidak menyumbangkan jersey. Hal-hal seperti itu menunjukkan bahwa terkadang ada kepentingan pribadi yang bisa menguntungkan atau merugikan seorang pemain," ucap Laporte.
Laporte juga menyampaikan, apresiasi kepada pemain bintang Portugal Cristiano Ronaldo selaku mantan rekan setimnya di Liga Arab Saudi. Ia mengaku, sedih melihat Portugal harus tersingkir dari Piala Dunia 2026.
"Dia adalah pemain yang sangat penting bagi dunia sepak bola dan tentu disayangkan melihatnya harus pulang. Namun sekarang fokus kami adalah terus melaju di Piala Dunia," kata Laporte.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....