Messi Lolos, VAR Disorot, Keputusan Wasit Picu Gelombang Protes di Piala Dunia 2026

  • 08 Jul 2026 09:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Laga Argentina kontra Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, memicu perdebatan luas di kalangan penggemar sepak bola. Gelombang protes itu, terjadi setelah keputusan 'Video Assistant Referee' (VAR) menganulir gol Mesir.
  • Sejumlah penggemar hingga jurnalis internasional, mempertanyakan penggunaan teknologi tersebut karena dinilai menjadi titik balik kemenangan dramatis Argentina.
  • Turnamen ini direkayasa, korupsi mencuri gol Mesir di hadapan semua orang

RRI.CO.ID, Jakarta - Laga Argentina kontra Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, memicu perdebatan luas di kalangan penggemar sepak bola. Gelombang protes itu, terjadi setelah keputusan 'Video Assistant Referee' (VAR) menganulir gol Mesir.

Sejumlah penggemar hingga jurnalis internasional, mempertanyakan penggunaan teknologi tersebut karena dinilai menjadi titik balik kemenangan dramatis Argentina. Media Inggris, Mirror menyoroti, besarnya perhatian publik terhadap keputusan kontroversial tersebut.

Melansir laporan Mirror, menyebut banyak pendukung meyakini FIFA memiliki kepentingan agar Lionel Messi tetap bertahan di Piala Dunia 2026. Meski, klaim tersebut merupakan opini para penggemar dan tidak disertai bukti.

"Timnas Argentina, yang dipimpin Lionel Messi, merupakan salah satu daya tarik utama Piala Dunia. Sejumlah pendukung mengklaim FIFA secara tidak langsung berusaha mempertahankan salah satu bintang terbesar turnamen tetap berada dalam kompetisi," kata Mirror dalam artikelnya usai laga Argentina vs Mesir, Rabu, 8 Juli 2026.

Sebelum melakukan 'comeback', Argentina sempat tertinggal dua gol dari Mesir. Setelah Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti, Mesir unggul melalui Yasser Ibrahim dan Mustafa Ziko.

Namun, gol kedua Ziko kemudian dianulir setelah wasit François Letexier menerima rekomendasi dari ruang VAR. Wasit Letexier meninjau dugaan pelanggaran yang terjadi pada awal proses serangan.

Keputusan tersebut, diambil meski insiden yang diperiksa terjadi lebih dari 20 detik sebelum bola masuk ke gawang Argentina. Kontroversi semakin memanas karena banyak pihak menilai pelanggaran tersebut terlalu jauh dari fase akhir terciptanya gol.

Di media sosial X, ribuan komentar bermunculan yang mempertanyakan konsistensi penerapan VAR. "Turnamen ini direkayasa, korupsi mencuri gol Mesir di hadapan semua orang," tulis salah seorang pengguna X.

Komentar lain juga menyebut keputusan tersebut menguntungkan Argentina. "Dicurangi seperti biasa," tulis pengguna lain.

Sementara itu, komentar lain yang ramai dibagikan berbunyi: "Piala Dunia ini dicurangi demi Messi."

Tidak lama setelah gol Mesir dianulir, Messi mencetak, gol penyeimbang. Lalu, Enzo Fernández memastikan kemenangan Argentina 3-2 lewat gol pada masa injury time.

Hasil tersebut membawa sang juara bertahan melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Keputusan VAR juga menuai sorotan dari sejumlah jurnalis sepak bola ternama.

Mereka mempertanyakan apakah penggunaan teknologi tersebut masih sesuai dengan semangat permainan. Koresponden Sky Sports, Rob Harris menilai, keputusan itu tidak sesuai dengan tujuan utama penggunaan VAR.

"Pembatalan gol Mesir sesuai dengan peraturan teknologi video, tetapi teknologi dalam sepak bola tidak diciptakan untuk mundur sejauh itu. Dalam permainan guna meninjau pelanggaran kecil yang tidak terkait langsung dengan fase akhir serangan balik," kata Rob Harris.

Pandangan serupa disampaikan koresponden BBC, Dale Johnson. Ia menilai, keputusan tersebut bertentangan dengan standar penerapan VAR selama turnamen berlangsung.

"Gol Mesir yang dianulir benar-benar bertentangan dengan cara pertandingan di turnamen ini dijalankan. Anda tidak bisa membiarkan kontak fisik ringan tanpa pelanggaran, lalu membatalkan gol melalui VAR hanya karena tarikan ringan pada jersey," ujar Dale Johnson.

Jurnalis senior Inggris, Henry Winter, bahkan menyindir keputusan tersebut dengan komentar bernada satir. "Seandainya VAR mundur satu langkah lagi dalam serangan Mesir itu, ia akan menemukan Tutankhamun ikut terlibat di dalamnya," kata Henry Winter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....