Kongo Banjir Pujian, Desabre Bangga Lawan Inggris hingga Akhir meski Tersingkir
- 02 Jul 2026 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perjalanan Timnas Republik Demokratik Kongo di Piala Dunia 2026 harus berakhir setelah takluk 1-2 dari Inggris pada babak 32 besar.
- Meski gagal melangkah ke babak berikutnya, penampilan impresif Kongo menuai pujian karena mampu memberikan perlawanan sengit kepada Inggris.
- Kami kecewa karena merasa bisa memenangkan pertandingan. Kami bermain sangat baik, tetapi pada akhirnya kami menyia-nyiakan dua peluang, salah satu pemain terbaik dunia mencetak dua gol ke gawang kami
RRI.CO.ID, Jakarta - Perjalanan Timnas Republik Demokratik Kongo di Piala Dunia 2026 harus berakhir setelah takluk 1-2 dari Inggris pada babak 32 besar. Meski gagal melangkah ke babak berikutnya, penampilan impresif Kongo menuai pujian karena mampu memberikan perlawanan sengit kepada Inggris.
Pelatih Kongo, Sebastian Desabre tidak menampik, terdapat rasa sedih atas kekalahan ini. Di satu sisi, juru taktik asal Prancis itu tetap bangga terhadap perjuangan anak asuhnya yang dinilai mampu bermain setara dengan Inggris.
"Kami kecewa karena merasa bisa memenangkan pertandingan. Kami bermain sangat baik, tetapi pada akhirnya kami menyia-nyiakan dua peluang, salah satu pemain terbaik dunia mencetak dua gol ke gawang kami," ujar Desabre dalam keterangannya seperti dilansir BeIN Sports, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Desabre, pengalaman menghadapi tim papan atas dunia menjadi modal penting bagi perkembangan sepak bola Republik Demokratik Kongo. Ia menilai para pemain telah menunjukkan kualitas sekaligus karakter yang layak mendapat apresiasi.
"Para pemain pantas mendapatkan ucapan selamat. Mereka memperoleh pengalaman berharga dengan menghadapi tim-tim besar, dan seperti inilah cara membangun sepak bola Kongo," ucap Desabre.
Pelatih berusia 50 tahun itu mengakui, timnya masih kalah dari sisi pengalaman pada momen-momen krusial pertandingan. Meski begitu, ia optimistis Kongo akan terus berkembang setelah menunjukkan performa yang kompetitif sepanjang turnamen.
"Kami sedikit kurang berpengalaman pada akhir pertandingan. Itulah sepak bola, tetapi kami akan terus belajar, berkembang, dan melanjutkan perjalanan kami," ujar Desabre.
Desabre juga kembali menyoroti penampilan Harry Kane yang menjadi pembeda dalam laga tersebut. Menurutnya, kualitas striker Inggris itu menjadi faktor utama yang menggagalkan impian Kongo melanjutkan langkah di Piala Dunia 2026.
"Salah satu pemain terbaik di dunia mencetak dua gol ke gawang kami. Sangat disayangkan, tetapi itulah kualitas pemain hebat," kata Desabre.
Di akhir pernyataannya, Desabre menyampaikan rasa bangga kepada seluruh rakyat Republik Demokratik Kongo. Ia berharap perjuangan timnya di Piala Dunia 2026 menjadi fondasi untuk membangun masa depan sepak bola nasional yang lebih baik.
"Kami berjuang dengan semangat rakyat Kongo. Kami mampu memainkan sepak bola yang bagus melawan salah satu tim terbaik dunia, dan itulah yang akan diingat orang-orang tentang Kongo," ujar Desabre.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....