Mengenal Lumumba Vea, Suporter Ikonik DR Kongo yang Mencuri Perhatian
- 29 Jun 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lumumba Vea merupakan julukan Michel Nkuka Mboladinga, suporter ikonik Republik Demokratik Kongo yang terkenal berdiri diam selama pertandingan.
- Pose khasnya terinspirasi dari patung Patrice Lumumba sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh kemerdekaan Republik Demokratik Kongo.
- Popularitasnya mendunia sejak Piala Afrika 2025 dan kembali menjadi sorotan pada Piala Dunia 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Nama Lumumba Vea menjadi sorotan selama Piala Dunia 2026. Ia merupakan suporter ikonik Republik Demokratik Kongo itu sukses mencuri perhatian berkat aksinya berdiri diam layaknya patung.
Lumumba Vea merupakan nama julukan dari seorang yang bernama asli Michel Nkuka Mboladinga. Ia merupakan pendukung setia tim nasional Republik Demokratik Kongo atau Leopards.
Mboladinga dikenal selalu tampil mencolok dengan setelan jas berwarna cerah yang terinspirasi dari bendera negaranya. Ia akan tampil lengkap dengan kacamata bergaya retro.
Keunikan Mboladinga terletak pada aksinya yang tidak pernah bergerak selama pertandingan berlangsung. Selama 90 menit, bahkan hingga laga usai, ia berdiri tegak dengan satu tangan terangkat tanpa menunjukkan ekspresi.
Aksi tersebut bukan dilakukan secara spontan. Mboladinga diketahui rutin berlatih berdiri tanpa bergerak dalam waktu lama sebelum pertandingan agar mampu mempertahankan pose khasnya sepanjang laga.
Pose yang diperagakannya merupakan penghormatan kepada Patrice Lumumba, perdana menteri pertama Republik Demokratik Kongo. Sekaligus tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan negara tersebut dari Belgia pada 1960.
Patrice Lumumba dikenal sebagai simbol persatuan, kemerdekaan, dan perlawanan terhadap kolonialisme. Setelah kemerdekaan, ia sempat memimpin pemerintahan sebelum digulingkan, ditangkap, dan dieksekusi pada 17 Januari 1961.
Julukan "Lumumba Vea" pun diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan perjuangan Patrice Lumumba. Pose berdiri dengan satu tangan terangkat yang dilakukan Mboladinga juga meniru patung Patrice Lumumba yang menjadi simbol penghormatan.
Popularitas Lumumba Vea mulai mendunia saat Piala Afrika 2025 (AFCON). Kamera siaran menyorot sosoknya yang tetap diam di tengah ribuan suporter lain yang bersorak, videonya pun viral di media sosial.
Sebelumnya Mboladinga sempat tertahan karena harus menjalani karantina selama 21 hari menyusul wabah Ebola. Pada pertandingan perdana Kongo vs Portugal, ia tidak dapat hadir.
Kehadiran Lumumba Vea kini telah menjadi simbol semangat dan identitas para pendukung Republik Demokratik Kongo. Di mata banyak penggemar sepak bola, ia bukan sekadar suporter unik, melainkan representasi penghormatan terhadap sejarah dan nasionalisme.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....