I.League Sinkronkan Elite Pro Academy dengan Program Timnas

  • 22 Jun 2026 05:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • I.League memperkuat sinkronisasi Elite Pro Academy dengan kebutuhan program Timnas Indonesia
  • Kolaborasi dilakukan melalui komunikasi, data statistik, dan evaluasi teknis pembinaan
  • Penyelarasan program diharapkan memperkuat regenerasi pemain nasional

RRI.CO.ID, Jakarta – I.League terus memperkuat kompetisi usia muda dengan menyesuaikan kebutuhan tim nasional (Timnas) Indonesia. Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan Elite Pro Academy atau EPA.

Direktur Teknik I.League, Asep Saputra mengatakan, sinkronisasi sudah mulai dibangun beberapa tahun terakhir melalui pengelolaan kompetisi usia muda. EPA sebelumnya hanya mencakup kelompok usia tertentu, namun dalam tiga musim terakhir, penguatan program dilakukan lebih terintegrasi.

I.League juga membangun komunikasi intensif dengan pelatih Timnas kelompok usia. Salah satu fokus utamanya adalah menyelaraskan arah pembinaan pemain.

"Kita dengan Coach Nova, sekali lagi tadi kita sampaikan, komunikasi kita lakukan. Termasuk inisiasi kita juga menggandeng partner dengan Ekkono Method," ucap Asep dalam diskusi bersama media di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat pada Jumat, 19 Juni 2026.

Ia menjelaskan metode tersebut diarahkan agar program pembinaan dapat lebih terhubung. Sinkronisasi dilakukan dengan kebutuhan pengembangan pemain tim nasional.

Asep menilai sejauh ini tidak terdapat perbedaan visi yang terlalu jauh. Karena itu, penyelarasan program dinilai memungkinkan untuk dijalankan.

Selain komunikasi, I.League juga memberikan dukungan berbasis data dan evaluasi teknis. Informasi tersebut menjadi bahan diskusi bersama pelatih dan federasi.

"Karena satu, kita juga men-support database statistik, atau juga ada technical report dari kita. Termasuk kita juga memberi ruang diskusi dengan Coach Nova dan tim," ujar Asep.

Asep menuturkan, proses sinkronisasi tidak hanya melibatkan pelatih tim nasional. Badan Tim Nasional di PSSI juga ikut dilibatkan dalam evaluasi.

Ia menegaskan komunikasi antarlembaga harus terus berjalan secara berkelanjutan. Tujuannya agar pembinaan pemain muda tetap berada pada jalur yang sama.

"Memastikan tadi alignment ataupun sinkronisasi program antara kita. Ini adalah komunikasi yang memang tidak boleh putus terjadi," kata Asep.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....