Mimpi Generasi Emas Turki di Pildun Hancur Lebur, Montella Dihujani Kritik Pedas

  • 21 Jun 2026 10:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mimpi Timnas Turki di Piala Dunia 2026 sudah hancur lebur dan berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Padahal, Turki saat ini memiliki generasi emas untuk bisa meraih poin-poin maksimal di Piala Dunia 2026.
  • Pelatih asal Italia, Vincenzo Montella saat ini dihujani kritikan pedas dari media-media besar di Turki. Montella dinilai gagal meracik permainan cantik untuk generani emas Turki di Piala Dunia 2026.
  • Kekalahan Turki 0-1 dari Paraguay pada laga kedua Grup D, Sabtu, 20 Juni 2026, memastikan langkahnya. terhenti di fase grup. Hal tersebut, emicu gelombang kritik dari media serta publik di Turki.

RRI.CO.ID, Jakarta - Mimpi Timnas Turki di Piala Dunia 2026 sudah hancur lebur dan berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Padahal, Turki saat ini memiliki generasi emas untuk bisa meraih poin-poin maksimal di Piala Dunia 2026.

Pelatih asal Italia, Vincenzo Montella saat ini dihujani kritikan pedas dari media-media besar di Turki. Montella dinilai gagal meracik permainan cantik untuk generani emas Turki di Piala Dunia 2026.

Kekalahan Turki 0-1 dari Paraguay pada laga kedua Grup D, Sabtu, 20 Juni 2026, memastikan langkahnya. terhenti di fase grup. Hal tersebut, emicu gelombang kritik dari media serta publik di Turki.

Tumbang 0-1 dari Paraguay tersebut, menjadi pukulan telak bagi Turki yang sebelumnya juga kalah 0-2 dari Australia pada pertandingan perdana. Dengan dua kekalahan beruntun, Turki dipastikan gagal lolos ke fase gugur.

Media Turki Harian Hürriyet Tulis Tajuk Emosional

Media Turki Harian Hürriyet menilai, eliminasi ini sebagai salah satu kegagalan paling menyakitkan dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Terlebih, Turki baru kembali tampil di Piala Dunia setelah absen selama 24 tahun.

Alhasil, Harian Hürriyet menulis tajuk emosional berjudul 'Para pemain tim nasional menangis tersedu-sedu saat peluit akhir dibunyikan. Selamat tinggal, Piala Dunia'. Media tersebut juga menyoroti statistik yang dianggap sangat mengejutkan.

Dalam dua pertandingan, Turki melepaskan 65 tembakan ke arah gawang, tetapi gagal mencetak satu gol pun. Catatan tersebut disebut sebagai salah satu rekor terburuk dalam sejarah Piala Dunia sejak 1966.

Pelatih Turki, Montella menegaskan, dirinya dan para anak asuhnya sudah bermain maksimal di Piala Dunia 2026. Meski diakuinya, kegagal Turki di Piala Dunia 2026 merupakan mimpi buruk.

"Dalam 35 tahun karier saya, saya belum pernah melihat statistik seperti ini dalam dua pertandingan berturut-turut. Ada semangat dan tekad luar biasa, tetapi hasilnya tidak berpihak kepada kami," ujar Montella.

Mimpi Generasi Emas Turki Hancur Lebur

Hal senada juga diungkapkan media Turki, Milliyet. Media itu menilai, kegagalan ini sebagai runtuhnya harapan terhadap generasi emas Turki di Piala Dunia 2026.

Media tersebut, menyoroti air mata para pemain setelah pertandingan, termasuk permintaan maaf dari bintang muda Arda Güler kepada pendukung.

Sementara itu, media harian olahraga Turki, Fanatik memilih membuat judul yang lugas. Media tersebut membuat judul 'Selamat Tinggal Piala Dunia!'.

Fanatik menyoroti banyaknya peluang emas yang gagal dimaksimalkan Turki, meskipun mereka terus menekan Paraguay sepanjang pertandingan.

Kritik Pedas untuk Montella dan Federasi

Nada paling keras datang dari media Sözcü. Melalui analis senior Arman Turoğlu, media tersebut secara terbuka menuntut pertanggungjawaban dari Federasi Sepak Bola Turki dan pelatih Vincenzo Montella.

"Federasi harus bertanggung jawab. Ketua federasi akan dimintai pertanggungjawaban, begitu juga Montella," kata Turoğlu.

Ia bahkan melontarkan kritik yang lebih tajam dengan menyebut skuad Turki saat ini sebagai salah satu tim nasional terburuk. "Ini adalah tim terburuk yang pernah saya lihat. Tim nasional yang memalukan dari awal hingga akhir," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....