Bukan Pertama Kalinya, Kemenangan PSG di Liga Champions 2025 juga Berakhir Ricuh

  • 31 Mei 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perayaan gelar Liga Champions PSG 2026 kembali diwarnai kerusuhan dengan lebih dari 300 orang ditangkap.
  • Kericuhan serupa juga terjadi saat PSG meraih gelar Liga Champions perdana pada 2025.

RRI.CO.ID, Jakarta – Perayaan gelar Liga Champions Paris Saint-Germain (PSG) kembali diwarnai kericuhan di berbagai wilayah Prancis. Bentrokan antara suporter dan aparat terjadi setelah PSG menaklukkan Arsenal pada laga final, Minggu 31 Mei 2026.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat lebih dari 300 orang ditangkap usai kerusuhan tersebut. Sejumlah kendaraan dibakar dan beberapa toko mengalami kerusakan selama aksi berlangsung.

Namun, kericuhan ini bukan pertama kali terjadi setelah kemenangan PSG di Liga Champions. Pada 2025 lalu, perayaan gelar perdana PSG di kompetisi itu juga berakhir ricuh.

PSG memastikan trofi Liga Champions 2024/2025 usai mengalahkan Inter Milan dengan skor 5-0. Ribuan suporter memenuhi jalanan Paris untuk merayakan kemenangan bersejarah tersebut.

Melansir laporan Reuters, meskipun awalnya berlangsung damai, kepolisian Paris melaporkan adanya bentrokan kecil yang pecah. Setidaknya ada dua titik di sekitar kawasan Champs-Elysees dan di area stadion Parc des Princes milik PSG. Tempat di mana 48 ribu orang menonton kemenangan telak 5-0 tersebut melalui layar raksasa.

Perayaan kemudian berubah menjadi kekacauan besar di beberapa titik ibu kota Prancis. Semua suporter yang ada di area tersebut mulai bersorak, membunyikan klakson mobil, hingga menyalakan kembang api.

Jurnalis AFP melihat polisi di area tersebut menggunakan water cannon untuk menghentikan massa yang berusaha mencapai Arc de Triomphe dari Champs-Elysees. “Para perusuh sengaja memicu keributan dan berulang kali bentrok dengan petugas dengan melemparkan kembang api dan benda-benda lainnya,” ungkap pihak kepolisian dikutip dari Al Jazeera, Minggu, 31 Mei 2026.

Di tempat lain, polisi melaporkan sebuah mobil menabrak kerumunan suporter yang sedang merayakan kemenangan PSG di Grenoble. Empat orang terluka, dua di antaranya mengalami cedera serius.

Pengemudi mobil tersebut akhirnya menyerahkan diri ke polisi dan langsung ditahan. Meski demikian, insiden tersebut diduga kuat bukan merupakan tindakan yang disengaja oleh sang sopir.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, total lebih dari 500 orang ditangkap pada saat itu. Sementara sebanyak 192 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Kericuhan pada 2025 ini bahkan menelan dua korban jiwa. Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertabrak mobil dan satu orang lainnya yang berusia 17 tahun meninggal dunia karena ditikam.

Pada 2026, saat kericuhan kembali terjadi, Pemerintah Prancis mengerahkan kurang lebih 22 ribu personel keamanan. Sejumlah toko-toko di Champs-Elysees bahkan sudah lebih dulu menutup jendela mereka dengan papan menjelang pertandingan sebagai upaya antisipasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....