Kapten Arsenal Sebut Kalah dari PSG lewat Adu Penalti Sulit Diterima
- 31 Mei 2026 08:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kapten Arsenal, Martin Odegaard, mengakui kekalahan melalui adu penalti merupakan hal yang sulit diterima.
RRI.CO.ID, Budapest – Arsenal secara tragis harus merelakan gelar juara Liga Champions 2025-2026 diraih Paris Saint-Germain (PSG), Sabtu 30 Mei 2026. Pada pertandingan final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, Les Parisiens unggul 4-3 lewat adu penalti.
Kapten Arsenal, Martin Odegaard, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah berakhirnya laga tersebut. Menurut pemain Timnas Norwegia itu, kekalahan melalui adu penalti adalah hal yang sangat menyakitkan.
“Ini adalah cara kekalahan yang sangat sulit diterima dalam sebuah pertandingan," katanya. Odegaard menilai The Gunners sejatinya mampu meredam agresivitas serangan Ousmane Dembele dan kawan-kawan.
Bahkan, Arsenal unggul secara cepat setelah tembakan Kai Havertz dari sudut sempit merobek gawang PSG pada menit ke-6. Namun, satu kelalaian kecil di kotak penalti The Gunners pada menit ke-65 harus dibayar mahal.
Wasit menunjuk titik putih setelah Cristhian Mosquera menjatuhkan Khvicha Kvaratskehlia di daerah terlarang. Peluang emas untuk Les Parisiens itu tidak disia-diakan Dembele yang sukses mengecoh kiper David Raya.
Odegaard mengaku menyesali momen tersebut karena menurut dia PSG sebenarnya tidak benar-benar terasa mengancam. “Meski mereka menguasai bola, tetapi tidak banyak peluang bersih yang diciptakan,” ujarnya.
Namun, pemain berusia 27 tahun itu mengatakan itulah risiko dalam permainan sepak bola. “Margin yang sangat tipis dan detail kecil bisa menentukan laga sekrusial ini,” ucapnya.
Meski kecewa, Odegaard tetap mengapresiasi perjalanan Arsenal sepanjang musim ini. Terutama keberhasilan menjuarai Premiere League yang dianggapnya sangat spesial setelah menunggu selama 22 tahun.
“Apa yang kami lakukan musim ini sangat luar biasa,” katanya. “Ini adalah hasil dari proses yang kami bangun dari waktu ke waktu.”
Odegaard ingin timnya bangkit lebih kuat. Karena itu, dia berharap kekecewaan saat ini menjadi motivasi untuk tampil lebih baik pada musim depan.
Sementara itu, pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyatakan tetap bangga dengan perjuangan timnya. Meskipun, menurut dia, tidak ada yang bisa menghilangkan rasa sakit akibat kekalahan di final Liga Champions.
“Ini musim yang luar biasa dan sangat berat,” katanya, usai pertandingan. “Hanya orang-orang di internal klub mengetahui seberapa banyak rintangan yang harus dihadapi sebelum akhirnya bisa melangkah sejauh ini.”
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan tim asuhannya telah mampu memberikan perlawanan sengit kepada tim sekelas PSG. Menurut dia, Odegaard dan kawan-kawan bahkan bisa memaksa laga berlanjut hingga adu penalti.
Walaupun mengharapkan hasil berbeda, Arteta mengakui kenyataan memang tidak berpihak kepada timnya. “Sayangnya, hasil yang diharapkan itu tidak terjadi hari ini,” ujarnya.
Meski begitu, pelatih berusia 44 tahun itu tetap mengapresiasi seluruh pemainnya. “Bukan hanya untuk apa yang sudah dicapai dan dimenangkan, tetapi juga untuk momen-momen yang telah dilalui bersama,” ucapnya.
Arteta menegaskan kebersamaan yang terjalin pada musim ini menjadi pencapaian berharga. “Di masa mendatang, belum tentu kami memiliki momen yang persis seperti ini lagi,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....