Komisi X DPR Apresiasi Piala Presiden Libatkan Klub Liga 4 dari 38 Provinsi

  • 19 Mei 2026 15:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kompetisi yang menghadirkan representasi daerah secara luas perlu terus didorong agar tidak sekadar menjadi ajang pertandingan
  • Pembinaan usia muda, manajemen organisasi, pengembangan infrastruktur, hingga peningkatan sumber daya manusia olahraga perlu diperkuat
  • Sinergi antara pemerintah, federasi sepak bola, pemerintah daerah, sekolah, akademi olahraga, dan masyarakat sangat penting bagi kemajuan sepak bola Indonesia

RRI.CO.ID, Jakarta – Rencana penyelenggaraan turnamen Piala Presiden yang melibatkan 64 klub Liga 4 dari 38 provinsi di Indonesia menuai apresiasi. Langkah tersebut dinilainmenjadi upaya positif memperkuat ekosistem olahraga nasional melalui pembinaan sepak bola dari akar rumput.

“Kita patut mengapresiasi rencana penyelenggaraan turnamen sepak bola Piala Presiden. Apalagi turnamen ini melibatkan sebanyak 64 klub Liga 4 dari 38 provinsi,” ujar Anggota Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati dalam keterangan persnya, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia menilai, kompetisi yang menghadirkan representasi daerah secara luas perlu terus didorong agar tidak sekadar menjadi ajang pertandingan. Menurutnya, turnamen tersebut juga harus menjadi ruang pembinaan karakter, sportivitas, dan kebanggaan daerah.

“Rencana ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem olahraga nasional. Khususnya pembinaan sepak bola dari akar rumput,” katanya.

Politisi PKS itu mengatakan keikutsertaan klub-klub lokal dari berbagai provinsi dapat memperkuat semangat kebersamaan nasional. Selain itu, kompetisi tersebut dinilai membuka peluang lahirnya bibit atlet potensial dari seluruh daerah Indonesia.

Kurniasih juga menegaskan penyelenggaraan Piala Presiden harus menjadi momentum meningkatkan kualitas tata kelola klub sepak bola nasional. Menurutnya, pembinaan usia muda, manajemen organisasi, pengembangan infrastruktur, hingga peningkatan sumber daya manusia olahraga perlu diperkuat secara berkelanjutan.

“Ke depan, kesinambungan program pembinaan perlu dijaga. Tujuannya, agar talenta yang muncul dari kompetisi daerah dapat memperoleh jalur pengembangan yang jelas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi X membidangi pendidikan, olahraga, dan kebudayaan, Kurniasih menyatakan dukungannya terhadap penguatan pembinaan olahraga nasional secara merata. Ia menilai, sinergi antara pemerintah, federasi sepak bola, pemerintah daerah, sekolah, akademi olahraga, dan masyarakat sangat penting bagi kemajuan sepak bola Indonesia.

“Kami berharap penyelenggaraan turnamen ini dapat berlangsung profesional. Selain itu, menjunjung tinggi fair play, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya..

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....