Pemindahan Venue Laga Persija vs Persib Tuai Sorotan Pengamat

  • 07 Mei 2026 20:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pengamat sepakbola Estu Santoso mengkritik pemindahan venue laga Persija melawan Persib ke Samarinda.
  • Estu menilai pemindahan pertandingan kembali menunjukkan belum adanya solusi penyelenggaraan laga besar di Jakarta.
  • Menurut Estu Santoso, keputusan tersebut berdampak terhadap atmosfer suporter dan industri sepakbola nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengamat sepakbola, Estu Santoso, menyoroti pemindahan venue laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Ia menilai keputusan tersebut menjadi preseden buruk bagi kompetisi nasional.

Estu mengatakan kondisi Jakarta sebenarnya masih tergolong aman untuk menggelar pertandingan besar. Menurutnya, masyarakat awam tidak melihat adanya potensi gangguan berarti.

“Saya pikir di Jakarta aman-aman aja ya, nggak ada apa-apa sih,” ujar Estu Santoso, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Kamis, 7 Mei 2026. Ia menilai alasan keamanan yang disampaikan pihak operator, masih menimbulkan pertanyaan publik.

Menurut Estu, persoalan laga Persija dan Persib bukan pertama kali terjadi. Ia menilai belum ada solusi nyata dari operator maupun federasi sepakbola nasional.

“Ini kan sudah beberapa kali pertandingan Persija dan Persib tidak bisa dilaksanakan di Jakarta,” katanya. Estu menyebut situasi itu terus terulang setiap musim.

Ia juga mempertanyakan koordinasi penyelenggara dengan pihak terkait sejak awal penyusunan jadwal. Sebab, jadwal kompetisi diyakini sudah ditetapkan jauh sebelum pertandingan berlangsung.

“Kalau memang bulan Mei tidak memungkinkan, kenapa dari awal tidak minta diganti,” ucap Estu. Ia menilai keputusan mendadak pemindahan venue membuat publik kebingungan.

Estu menilai hal ini turut berdampak terhadap industri sepakbola nasional. Menurutnya, pertandingan besar harus mendukung atmosfer suporter dan kepentingan sponsor.

“Orang Jakarta nggak mungkin 50 ribu ke Samarinda untuk nonton pertandingan ini,” katanya. Ia menyebut kondisi tersebut dapat mengurangi nilai hiburan kompetisi.

Menurut Estu, persoalan venue menjadi tanggung jawab operator liga dan PSSI. Ia meminta semua pihak segera mencari solusi jangka panjang.

“Cari solusi atas persoalan ini dan itu tugasnya PSSI, tugasnya operator,” ujar Estu Santoso. Ia berharap koordinasi penyelenggaraan pertandingan diperbaiki ke depan.

Sebelumnya, laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung resmi dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda. Pertandingan pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 tetap digelar pada Minggu, 10 Mei 2026.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyebut keputusan diambil karena alasan keamanan. Selain itu, padatnya agenda di Jakarta sepanjang Mei menjadi pertimbangan lain.

"Liga akhirnya memutuskan pertandingan akan digelar di Kalimantan Timur, tepatnya di Samarinda. Waktunya tetap sama, yaitu tanggal 10 Mei, jamnya 15.30 WIB," kata Ferry, Rabu, 6 Mei 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....