Kecewa! Pertandingan Persija Versus Persib Tidak di Jakarta
- 07 Mei 2026 09:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Persija kecewa laga melawan Persib dipindahkan dari Jakarta ke Samarinda karena alasan keamanan
- Ferry Indrasjarief menyebut Persija dan The Jakmania sudah berupaya menjaga situasi tetap kondusif sepanjang musim.
- Persija mengaku mengalami kerugian finansial dan kehilangan kesempatan bermain di depan pendukung sendiri.
RRI.CO.ID, Jakarta - Persija Jakarta mengaku kecewa setelah laga melawan Persib Bandung dipastikan tidak digelar di Jakarta. Pertandingan yang semula berlangsung di GBK, Jakarta, dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pada 10 Mei 2026.
Ketua Panitia Pelaksana Persija, Ferry Indrasjarief, mengatakan keputusan tersebut menjadi pukulan bagi klub dan para pendukung. Menurutnya, Persija selama ini sudah berupaya menjaga situasi tetap kondusif sepanjang musim.
“Kecewa sekali, padahal kita sudah berupaya, bekerja sama dengan The Jakmania. Berupaya untuk menunjukkan bahwa perilaku supporter kita sudah bagus," kata Ferry kepada awak media di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
"Boleh dibilang, selama musim ini kita tidak ada kejadian apapun yang berarti. (Kejadian-red) yang membuat PSSI ataupun Liga khawatir,” katanya
Meski demikian, laga tetap dipindahkan dengan alasan keamanan. Ferry menyebut keputusan itu berkaitan dengan situasi, pasca aksi May Day dan adanya kekhawatiran potensi gangguan keamanan Jakarta.
“Faktor keamanan ya seperti yang tadi sudah dibilang. Bahwa setelah May Day akan ada indikasi akan ada lagi kemungkinan (aksi may day) mereka khawatir seperti itu,” ujarnya.
Ia juga menyinggung adanya insiden yang sebelumnya terjadi di Bandung beberapa waktu lalu. Hasil evaluasi dan pertimbangan aparat membuat Jakarta dianggap sebagai wilayah yang rawan untuk menggelar pertandingan besar.
Selain faktor keamanan, Ferry mengakui pemindahan venue membuat Persija mengalami kerugian. Ia menyebut kerugian tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga dari sisi dukungan suporter.
“Jelas kerugian, yang pertama kerugian finansial karena kita tidak bisa menggelar laga di kandang sendiri. Tetapi yang paling penting adalah kerugian untuk suporter,” ucap Ferry.
Ia mengatakan tim pelatih, Mauricio Souza, juga merasa kecewa karena tidak bisa bermain di hadapan pendukung sendiri. Namun, Persija tetap menghormati keputusan pihak keamanan terkait izin pertandingan.
“Kita kecewa nggak bisa main di rumah, kita kecewa nggak bisa main di depan pendukung kita. Tapi mau gimana lagi kalau pihak keamanan memang tidak memberikan izin,” katanya.
Menurut Ferry, laga melawan Persib bukan sekadar soal rivalitas di atas lapangan. Ia menilai pertandingan tersebut juga menjadi momen penting untuk menghadirkan kebahagiaan bagi The Jakmania.
Sebelumnya, Direktur I League, Ferry Paulus menjelaskan keputusan ini diambil, setelah mempertimbangkan berbagai kondisi di Jakarta sepanjang Mei. Ia menyebut banyaknya agenda besar berpotensi mengganggu jalannya pertandingan berisiko tinggi tersebut.
"Hari ini kita baru saja diterima oleh Baintelkam untuk memberikan solusi terkait penyelenggaraan pertandingan antara Persija melawan Persib yang sedianya digelar di tanggal 10 (Mei-red) di Gelora Bung Karno. Mungkin ini keluar daripada konteks pemberitaan dan lain-lainnya bahwa Liga memiliki keinginan untuk bisa digelar di daerahnya masing-masing,” kata Ferry kepada awak media usai pertemuan di Mabes Polri Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026, siang ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....