Prihatin, Pertama Kalinya Timnas Homeless Indonesia Batal ke Homeless World Cup
- 07 Mei 2026 00:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Keprihatinan dirasakan timnas Homeless Indonesia, yang dipastikan batal tampil di ajang Homeless World Cup (HWC) 2026, Mexico City.
- Untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir, tim Merah Putih absen dari ajang sepak bola dunia bagi komunitas marginal itu.
RRI.CO.ID, Jakarta - Keprihatinan dirasakan timnas Homeless Indonesia, yang dipastikan batal tampil di ajang Homeless World Cup (HWC) 2026, Mexico City. Keputusan tersebut diambil akibat belum adanya kepastian pendanaan dan minimnya dukungan berkelanjutan.
Kabar ini sekaligus mengakhiri konsistensi Indonesia yang selalu berpartisipasi di turnamen tersebut sejak tahun 2011. Untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir, tim Merah Putih absen dari ajang sepak bola dunia bagi komunitas marginal itu.
Keputusan tersebut diumumkan oleh Rumah Cemara, lembaga yang selama ini menaungi Timnas Homeless Indonesia. Mereka menyebut situasi finansial yang tidak stabil membuat keberangkatan ke Meksiko sulit direalisasikan.
"Rumah Cemara dengan berat hati mengumumkan bahwa Indonesia tidak akan berpartisipasi. Dalam ajang Homeless World Cup 2026 yang akan diselenggarakan di Mexico City," ujar Sekretaris Rumah Cemara, Rin Aulia, dalam keterangan kepada media, Selasa,5 Mei 2026.
“Keputusan ini telah dibuat setelah mempertimbangkan dengan cermat ketidakpastian yang terus berlanjut seputar pendanaan dan dukungan kelembagaan. Selama beberapa bulan terakhir, kami telah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan,” katanya.
Mereka juga mengatakan telah berusaha untuk melakukan lobi ke berbagai pihak untuk dukungan dana. Termasuk ke pemerintah maupun sektor swasta, namun tak kunjung menemui titik terang.
Sejak 2023, Rumah Cemara mengaku harus membiayai kebutuhan operasional dan partisipasi tim secara mandiri. Minimnya dukungan eksternal yang konsisten membuat beban pembiayaan semakin berat dari tahun ke tahun.
Memasuki 2026, kondisi tersebut dinilai sudah sulit dipertahankan. Akibatnya, keberlangsungan timnas Homeless Indonesia untuk tampil di turnamen internasional pun terhambat.
“Indonesia secara konsisten memposisikan Homeless World Cup sebagai bagian dari pendekatan olahraga untuk pembangunan yang lebih luas. Ketidakhadiran Indonesia tahun ini menjadi pengingat bahwa keberlanjutan inisiatif berbasis komunitas. Khususnya dengan kelompok rentan, tetap sangat bergantung pada dukungan lintas sektor,” ucapnya.
Meski batal berangkat ke Meksiko, Rumah Cemara memastikan kegiatan pemberdayaan komunitas lewat olahraga tetap berjalan di tingkat lokal. Mereka juga berharap bisa kembali tampil di Homeless World Cup pada masa mendatang jika dukungan dan kondisi finansial sudah membaik.
“Kami menyampaikan apresiasi tulus kami kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan Tim Nasional Indonesia di Homeless World Cup. Serta kepada komunitas Homeless World Cup global, yang terus berfungsi sebagai ruang solidaritas internasional,” katanya.
Sekretaris Rumah Cemara, Rin Aulia, mengatakan pihaknya ingin memastikan dukungan pendanaan lebih dulu sebelum membentuk tim dan memulai latihan. Menurutnya, hal itu dilakukan demi menjaga harapan para pemain yang selama ini menanti kesempatan tampil di panggung internasional.
"Yang kita harapkan juga buka soal bantuan untuk berangkat saja, tapi kita juga butuh perhatian untuk pembinaannya. Kami ingin pemerintah juga hadir di langkah awal, bukan digaris finish," ujarnya.
Homeless World Cup sendiri merupakan turnamen bola internasional yang pesertanya adalah tunawisma atau hidup dalam kondisi sosial rentan dan marginal. Termasuk survivor HIV/AIDS hingga mantan pecandu narkoba.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....