LALIGA Retro Matchday, Nostalgia Jersey Klasik Hidup di Indonesia
- 13 Apr 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Atmosfer nostalgia sepak bola terasa kuat ketika penggemar di Indonesia meramaikan LALIGA Retro Matchday global
- Program LALIGA Retro Matchday berlangsung serentak pada 10 hingga 13 April 2026 di berbagai negara dunia
- Sebanyak 38 klub dari LALIGA EA SPORTS dan LALIGA HYPERMOTION turut berpartisipasi
- Perangkat pertandingan juga ikut memeriahkan tema retro yang diusung dalam rangkaian laga resmi tersebut
- Wasit mengenakan seragam khusus, sementara bola pertandingan juga didesain dengan sentuhan klasik yang memperkuat identitas nostalgia
RRI.CO.ID, Jakarta – Atmosfer nostalgia sepak bola terasa kuat ketika penggemar di Indonesia meramaikan LALIGA Retro Matchday global. Inisiatif ini menjadi momen spesial yang pertama kali digelar dalam sejarah sepak bola profesional Eropa modern.
Program LALIGA Retro Matchday berlangsung serentak pada 10 hingga 13 April 2026 di berbagai negara dunia. Sebanyak 38 klub dari LALIGA EA SPORTS dan LALIGA HYPERMOTION turut berpartisipasi.
Delegasi LALIGA di Indonesia, Almudena Gómez, menjelaskan kampanye ini bertujuan mendekatkan pengalaman sepak bola kepada penggemar lokal. Ia menilai pendekatan ini mampu menghubungkan olahraga dengan unsur budaya, mode, serta hiburan secara lebih luas.
"LALIGA Retro Matchday mencerminkan komitmen kami untuk menonjolkan warisan dan identitas klub-klub kami. Kami ingin terhubung dengan audiens baru melalui integrasi sepak bola dengan gaya hidup, mode, dan hiburan," ujar Gómez di CGV FX Sudirman, Jakarta pada Minggu, 12 April 2026.
Dalam momentum tersebut, setiap klub mengenakan jersey khusus yang terinspirasi desain ikonik dari era kejayaan masa lalu. Penggunaan jersey retro ini menghadirkan nuansa klasik yang menghubungkan sejarah klub dengan generasi penggemar masa kini.
Tidak hanya pemain, perangkat pertandingan juga ikut memeriahkan tema retro yang diusung dalam rangkaian laga resmi tersebut. Wasit mengenakan seragam khusus, sementara bola pertandingan juga didesain dengan sentuhan klasik yang memperkuat identitas nostalgia.
Kegiatan ini menjadi satu-satunya aktivasi terkoordinasi di antara liga top Eropa yang menggabungkan elemen olahraga dan fashion. Perpaduan tersebut menghadirkan pengalaman baru yang menempatkan sepak bola sebagai bagian dari gaya hidup modern.
Semarak Retro Matchday juga terasa di Indonesia melalui kegiatan yang digelar di CGV FX Sudirman, Jakarta. Acara ini dihadiri media dan komunitas kolektor jersey yang antusias mengikuti berbagai aktivitas menarik sepanjang acara.
Para peserta tidak hanya menyaksikan laga CA Osasuna melawan Real Betis secara bersama-sama di lokasi. Mereka juga mengikuti kegiatan interaktif seperti fun futsal serta kompetisi pameran jersey retro yang penuh kreativitas.
Suasana semakin meriah ketika para peserta hadir mengenakan jersey klasik dari klub favorit masing-masing. Hal ini menciptakan atmosfer penuh warna sekaligus menghadirkan cerita nostalgia dari setiap koleksi yang dikenakan para penggemar.
Antusiasme juga datang dari komunitas kolektor jersey di Indonesia yang melihat kegiatan ini sebagai momentum penting. Salah satu kolektor, Benito Benyamin, menilai tren jersey retro kini kembali diminati banyak kalangan.
"Momentum ini sangat tepat karena tren jersey vintage kembali populer di kalangan penggemar sepak bola. Kini semakin banyak orang percaya diri mengenakan jersey retro sebagai bagian dari gaya hidup mereka," kata Benito.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....