Festival Gemeoh Berpotensi Untuk Pengembangan Wisata dan UMKM

  • 11 Nov 2025 17:01 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar : Festival Gemeoh memiliki potensi yang sangat baik untuk pengembangan wisata dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Karena itu, Pemerintah Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), terus mendorong pelaksanaannya setiap tahun. Bahkan saat ini, kegiatan tersebut telah masuk dalam kalender festival Kabupaten.

Hal itu disampaikan Camat Melak, Asrin Surianto, usai pembukaan acara Festival Gemeoh dalam rangka Hari Ulang Tahun Kecamatan Melak ke-224, di halaman Kantor Kecamatan, Selasa (11/11/2025).

“Ini potensi, karena Melak merupakan salah satu kecamatan di pesisir Sungai Mahakam yang menjadi pintu masuk ke Kutai Barat untuk menuju ke wilayah atas, seperti Barong Tongkok, Sekolaq Darat, Damai, Linggang Bigung, dan daerah lainnya,” kata Asrin Surianto.

Festival Gemeoh, lanjutnya, memberikan kesempatan kepada warga, khususnya di Kecamatan Melak, untuk berkreasi. Seperti yang dilakukan pada pelaksanaan tahun ini, yakni menghidupkan kembali pembuatan Jajaq-jajaq Bahari (kue zaman dulu).

“Tadi kan ada lelang jajaq-jajaq bahari. Itu kue yang terakhir kali kita nikmati waktu masih kecil, dan kini kita coba hidupkan kembali dalam Festival Gemeoh ini. Kalau mendapat sambutan positif dari masyarakat, kita akan dorong untuk diproduksi secara massal ke depannya,” ujarnya.

Ia menyebut, beberapa jenis jajaq bahari tersebut di antaranya Bolu Bingkaq Berendam, Lapis Belacan, Wajik, Tumpi Bulat, Tumpi Getas, Sari Muka, Lemang, dan masih banyak lainnya.

“Ini kan salah satu jenis UMKM di sektor kuliner yang bisa kita kembangkan. Potensinya bagus, karena, ya itu tadi, Melak ini jadi tempat persinggahan orang,” ujarnya.

sumber foto. melak etam

Selain untuk pengembangan UMKM, Festival Gemeoh juga berpotensi besar dalam mendukung sektor wisata. Setiap tahunnya, kegiatan ini mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai kecamatan, bahkan pengunjung dari luar daerah yang penasaran dengan tradisi dan kuliner khas Melak.

Asrin menilai, melalui festival ini, masyarakat dapat memperkenalkan beragam potensi lokal, mulai dari seni budaya dan kuliner tradisional hingga berbagai kegiatan modern yang melibatkan generasi muda.

Menurutnya, Festival Gemeoh menjadi wadah yang tepat untuk menggali kreativitas masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah.

“Sebenarnya di Melak ini ada dua festival, yakni Festival Ramadhan dan Festival Gemeoh. Ke depan, khususnya pelaksanaan Gemeoh ini tetap akan kita jadikan sebagai landasan peringatan Hari Ulang Tahun Kecamatan, tetapi skala kegiatannya akan kita tingkatkan. Misalnya untuk lomba belogo atau begasih, nanti kita buat terbuka agar seluruh Indonesia bisa ikut. Ya, begitulah contohnya, kita akan tingkatkan terus,” ucap Asrin.

Jika dikelola secara konsisten dan terintegrasi, Festival Gemeoh berpotensi menjadi agenda wisata unggulan seperti Festival Mahakam di Samarinda atau Erau di Kutai Kartanegara (Kukar), yang telah dikenal luas hingga tingkat nasional.

Melalui kegiatan ini, Kutai Barat dapat memperkenalkan kekayaan tradisi, kuliner, dan seni budaya masyarakat pesisir Mahakam, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan dan perekonomian lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....