PSSI Kubar Andalkan Putra Daerah meski Gunakan Pelatih Nasional
- 02 Jul 2026 07:24 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Askab PSSI Kutai Barat memastikan tim sepak bola yang dipersiapkan untuk menghadapi Porprov Kaltim 2026 tetap mengandalkan pemain lokal, kendati mendatangkan jur taktik papan atas dari luar daerah, Fauzi Lamarauna. PSSI Kubar akan memadukan kualitas pelatih berlisensi tinggi tersebut dengan identitas asli anak-anak Kutai Barat.
Ketua PSSI Kubar, Teddy Rakhmat menjelaskan meski menunjuk pelatih nasional berlisensi B AFC, seluruh proses pembinaan tetap berorientasi pada pengembangan potensi pesepak bola lokal.
"Kami tetap memberdayakan pemain asli Kutai Barat. Kehadiran pelatih berpengalaman ini kami harapkan bisa meningkatkan kualitas permainan, membangun mental bertanding, dan membentuk karakter tim sehingga mampu meraih prestasi di Porprov 2026," kata Teddy, Rabu 1 Juli 2026.
Menurutnya, kedatangan Coach Zicko tidak hanya untuk melatih pemain. Juru taktik baru ini juga mengemban misi besar untuk membagikan ilmu kepelatihannya (transfer of knowledge) kepada para pelatih lokal di Kubar.
"Kami berharap kehadiran pelatih berlisensi AFC tidak hanya meningkatkan kualitas tim, tetapi juga menambah wawasan pelatih lokal melalui program pendampingan sebagai asisten. Dengan begitu, kami bisa membentuk tim yang solid," ujarnya.
Selain itu, PSSI Kubar menyusun pembentukan tim secara menyeluruh, mulai dari penataan kepengurusan, penunjukan pelatih kepala, perekrutan pemain dan asisten pelatih, hingga kebutuhan lain yang dinilai penting.
Langkah itu dilakukan untuk membangun tim yang solid, memiliki pembagian tugas yang jelas, dan mampu bekerja secara maksimal menuju Porprov Kaltim ke-8 di Kabupaten Paser November mendatang.
Banjir Pendaftar, PSSI Kubar Gelar Seleksi Lebih Awal
Sementara itu, proses pencarian bakat sepak bola asli Kubar kini tengah berjalan dinamis. Wakil Ketua PSSI Kubar, Arifin, mengatakan antusiasme pesepak bola muda sangat tinggi dalam menyambut gelaran Porprov kali ini.
"Sampai saat ini, sudah ada sekitar 130 orang yang mendaftar melalui sistem online. Untuk pendaftaran langsung (offline) di sekretariat jumlahnya masih terus bertambah dan belum kami rekap. Bahkan, banyak juga pendaftar dari luar daerah, tetapi prioritas kami tetap anak-anak asli Kubar," ujar Arifin saat diwawancarai terkait perkembangan seleksi atlet.
Arifin menambahkan, Coach Zicko nantinya akan langsung menetap di Kutai Barat selama kurang lebih tiga bulan untuk memimpin program ini. Namun, saat ini manajemen masih fokus menuntaskan tahapan seleksi awal.
"Setelah seleksi selesai dan kami mendapatkan pemain yang pas, barulah kami memulai program latihan penuh, termasuk pembinaan fisik dan aspek teknis lainnya bersama pelatih kepala," ucapnya.
Siasat Kuota 40 Pemain Antisipasi Regulasi Usia
Arifin mengaku PSSI Kubar sengaja mengambil langkah cepat dengan menggelar seleksi lebih awal, meski Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Kaltim belum menetapkan regulasi resmi mengenai batasan usia pemain untuk Porprov November mendatang.
Sebagai langkah antisipasi, PSSI Kubar menjaring pemain dari tiga kelompok tahun kelahiran, yaitu 2007, 2008, dan 2009, dengan target awal mengamankan sekitar 40 pemain potensial.
"Kami sengaja menyeleksi hingga 40 pemain untuk mengantisipasi kalau nanti provinsi menurunkan atau menaikkan batasan umur. Kalau kami menunggu kepastian regulasi baru seleksi, waktu persiapan kami akan terlalu mepet karena Porprov sudah dekat di bulan November," katanya.
Ia menambahkan, setelah ada keputusan resmi dari pusat dan provinsi mengenai tahun kelahiran yang sah, PSSI Kubar tinggal mengerucutkan 40 pemain tersebut menjadi skuad inti, sementara pemain yang belum masuk kriteria akan dikembalikan ke klub masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....